Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Asuransi Umum Masih Digerogoti Corona, Melorot 7 Persen

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) per Januari–September 2020, perolehan premi industri tercatat sebesar Rp53,87 triliun atau 7 persen (year-on-year/yoy).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  15:48 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi umum mencatatkan penurunan perolehan premi dan kenaikan klaim hingga September 2020 seiring masih adanya tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) per Januari–September 2020, perolehan premi industri tercatat sebesar Rp53,87 triliun. Nilainya menurun 7 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan premi Januari–September 2019 senilai Rp57,9 triliun.

Perolehan premi terbesar masih berasal dari lini bisnis utama asuransi kerugian, yakni asuransi properti senilai Rp14,26 triliun dan kendaraan bermotor senilai Rp11 triliun. Namun, kedua lini utama itu mengalami penurunan premi hingga Rp3,72 triliun jika dibandingkan dengan periode Januari–September 2019.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisa Trinita Situmeang menjabarkan bahwa tekanan ekonomi masih memberikan dampak bagi industri asuransi kerugian. Alhasil, banyak lini asuransi yang kinerjanya terkontraksi secara tahunan.

"Tercatat delapan dari empat belas lini asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada kuartal III/2020, di mana penurunan terbesar terjadi di lini kendaraan bermotor yang mencapai 20,9 persen [yoy]," ujar Trinita dalam konferensi pers kinerja asuransi umum oleh AAUI, Kamis (3/12/2020).

Adapun, pada periode Januari–September 2020, industri asuransi kerugian membayarkan klaim senilai Rp25,84 triliun, naik 2,57 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp25,19 triliun.

Pembayaran klaim terbesar berasal dari lini asuransi kredit senilai Rp5,98 triliun atau 23,2 persen dari total klaim industri. Pembayaran itu melebihi nilai klaim dua lini utama asuransi umum, yakni properti senilai Rp5,61 triliun (21,7 persen) dan kendaraan bermotor senilai Rp5,58 triliun (21,6 persen).

Trinita mengutip data Badan Pusat Statistik, bahwa sektor jasa keuangan pada kuartal III/2020 mencatatkan kontraksi 0,95 persen secara tahunan. Meskipun begitu, secara kuartalan, kinerja sektor jasa keuangan terhadap PDB pada kuartal III/2020 tumbuh 2,59 persen.

"Kontribusi jasa keuangan dan asuransi terhadap total PDB [pada kuartal III/2020] sebesar 4,08 persen, ada kenaikan sedikit kalau dibandingkan dengan situasi kuartal III/2019 sebesar 3,98 persen, meskipun kinerja bisnis masih terkontraksi," ujar Trinita.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi aaui premi asuransi asuransi umum
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top