Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Bank BUMN Mulai Pulih, Ekonom: Efek Perbaikan Kinerja dan Restrukturisasi

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menuturkan sentimen perbaikan ekonomi akhir tahun sangat membantu percepatan apresiasi saham bank pelat merah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  21:09 WIB
Logo Bank BUMN.
Logo Bank BUMN.

Bisnis.com, JAKARTA - Mulai pulihnya harga saham-saham emiten bank pelat merah dipandang akibat perbaikan kinerja yang cukup progresif sehingga membangkitkan kepercayaan investor.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menuturkan sentimen perbaikan ekonomi akhir tahun sangat membantu percepatan apresiasi saham bank pelat merah.

"Di samping itu, perbaikan kinerja bank-bank pelat merah cukup progresif. Belanja pemerintah yang gencar untuk antisipasi dampak krisis termasuk penempatan dana juga cukup berdampak positif," tuturnya, Kamis (3/12/2020). 

Trioksa melanjutkan, upaya windows dressing akhir tahun termasuk untuk pembalikan kinerja bank pelat merah juga cukup membantu peningkatan kepercayaan investor. "Terlebih, bank pelat merah juga cukup rutin membagikan deviden meski untuk tahun ini tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya."

Meski demikian, Trioksa pun mengatakan peningkatan penyebaran virus corona masih menjadi sentimen negatif yang berpotensi mengganggu pulihnya kepercayaan investor. "Pemerintah perlu tetap menjaga ritme antara ekonomi dan kesehatan sehingga bisa tetap bertumbuh di tengah kondisi saat ini," sebutnya.

Adapun, dia memaparkan target harga sampai untuk BMRI berada di Rp6.800-Rp7.000, BBRI di Rp4.600-Rp4.800, BBTN di Rp1.285-Rp1.290 dan BBNI di Rp6.000-Rp6.700.

Sementara itu, pada perdagangan hari Jumat (4/12/2020), harga saham BBRI ditutup di level Rp4.300, selisih 2,3% dari awal tahun. Pada hari sebelumnya, BBRI sempat ditutup di level Rp4.400, sama dengan awal tahun 2020. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada perdagangan hari ini ditutup di zona hijau yakni Rp6.600, terpaut 14% secara year to date.

Adapun, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI berada pada posisi Rp6.350, masih terpaut 19,1% dari posisi awal tahun. Terakhir, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) pun sudah berada pada Rp1.720, berbeda 18,9% dari posisi awal tahun. Saham-saham bank pelat merah kompak mulai pulih sejak awal Mei tahun ini.

Senada, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyebutkan proses restrukturisasi yang berjalan cukup mulus tahun ini membuat perbaikan kepercayaan dari investor bank pelat merah terjadi cukup cepat.

"Tata kelola risiko berjalan cukup baik, ada juga relaksasi dari otoritas pengawas. Hanya mungkin lonjakan NPL tetap perlu dijaga. Permintaan kredit dari segmen yang berisiko tetap perlu dikaji secara komprehensif sebelum direalisasikan," sebutnya.

Di samping itu, Hans pun mengatakan penyebaran virus menjadi tantangan baru yang dapat membalikkan kembali ekspektasi investor akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bank bumn restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top