Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahana Proyeksi Suku Bunga BI Akan Turun Jadi 3,5 Persen di Awal 2021

Pasar masih cukup yakin bahwa BI masih memiliki banyak ruang untuk memangkas suku bunga lagi pada Januari 2021.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  12:03 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia masih akan diturunkan hingga level 3,5 persen pada awal 2021.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR pada level 3,75 persen.

Satria mengatakan pasar masih cukup yakin bahwa BI masih memiliki banyak ruang untuk memangkas suku bunga lagi pada Januari 2021.

"Kasus dasar kami sekarang adalah BI memangkas suku bunga menjadi 3,5 persen di kuartal I/2021, sebelum memulai jeda panjang karena bank sentral akan menghadapi lonjakan jumlah uang beredar dan potensi kenaikan inflasi," katanya, Jumat (18/12/2021).

Satria memproyeksikan, kebijakan suku bunga BI masih akan sejalan dengan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. Pada Kamis (17/12/2020), The Fed mengumumkan akan melanjutkan kebijakan moneter yang longgar dan tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, dari sisi eksternal, diperkirakan pemulihan ekonomi global akan terus berlangsung sehingga dapat mendukung harga komoditas dan mendukung ekspor Indonesia.

Artinya, surplus perdagangan Indonesia dapat masih akan berlanjut hingga tahun depan. Satria memprediksi surplus perdagangan pada 2021 akan mencapai US$8-12 miliar.

"Menurut kami, keuntungan dari ekspor komoditas dan manufaktur akan cukup untuk mengimbangi potensi rebound impor barang modal dan bahan baku tahun depan," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bahana securities
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top