Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 3,9 Persen karena 2 Faktor Ini

Dari jumlah tersebut, ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) tercatat sebesar US$206,5 miliar dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN mencapai US$210,1 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  11:05 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/11) ditutup melemah 0,2 persen atau 27,5 poin ke level Rp14.085 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/11) ditutup melemah 0,2 persen atau 27,5 poin ke level Rp14.085 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2020 mencapai US$416,6 miliar.

Dari jumlah tersebut, ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) tercatat sebesar US$206,5 miliar dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN mencapai US$210,1 miliar.

BI menyebut posisi ULN pada November 2020 tersebut tumbuh 3,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 3,3 persen yoy.

Peningkatan ULN ini terutama disebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN pemerintah dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Posisi ULN pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5 persen yoy menjadi sebesar US$203,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 0,3 persen yoy,” tulis BI dalam siaran pers, Jumat (15/1/2021).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas.

“Di antaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sebesar 23,8 persen dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi 16,6 persen, sektor jasa pendidikan 16,6 persen, dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 11,8 persen, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 11,2 persen,” katanya.

Sementara, BI mencatat pertumbuhan ULN swasta pada akhir November 2020 tumuh 5,2 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,4 persen yoy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dolar as utang luar negeri
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top