Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaring 12.000 Pengguna, Instapay Bantu Lengkapi Aset Digital UMKM

Instapay berupaya untuk membantu para UMKM dengan menghadirkan layanan aplikasi one stop services versi mobile sebagai solusi metode pembayaran dan pembuatan invoice untuk penagihan dengan lebih mudah dan profesional.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  18:27 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Instapay, platform payment gateway dan online invoicing besutan MC Payment Indonesia menekankan pentingnya aset digital sebagai modal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Valerino Wijaya, Country Director MC Payment Indonesia menjelaskan hal ini karena layanan Instapay bukan hanya mampu memberikan kenyamanan dalam transaksi usaha, namun juga demi meyakinkan para mitra lembaga pembiayaan penyalur kredit modal kerja.

"Biasanya lembaga pembiayaan atau fintech yang menjadi mitra kita, mereka masih minta data konvensional seperti rekening koran. Tapi bagi UMKM pengguna Instapay, kita bisa memberikan keyakinan lebih. Tinggal seberapa sering transaksi dan ticket size penjualan UMKM tersebut," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Instapay melihat para UMKM biasanya memiliki beberapa permasalahan yang kerap dialami, seperti kesulitan dalam mencari tenaga admin yang jujur, repot saat membuat invoice/penagihan, hingga harus cermat dalam mengecek setiap mutasi transaksi.

Valerino mengungkap Instapay berupaya untuk membantu para UMKM dengan menghadirkan layanan aplikasi one stop services versi mobile yang dapat membantu untuk membuat invoice dan melakukan penagihan dengan lebih mudah dan profesional.

Selain itu, solusi metode pembayaran dengan menggunakan transaksi non-tunai dan nirsentuh yang bisa digunakan oleh penjual online maupun offline, diharapkan mempermudah proses berbelanja tidak hanya bagi pembeli, tetapi juga transaksi dan pencatatan arus kas bagi para penjual.

"Untuk pembayaran offline, merchant atau penjual bisa memanfaatkan fitur ‘Scan & Pay’ guna meminimalisir kontak fisik. Selain itu, untuk pembayaran online, bisa menggunakan fitur bayar melalui aplikasi chatting seperti Whatsapp, Line, Telegram, sehingga pembeli tidak perlu bertatap muka atau datang langsung ke toko," tambahnya.

Sekadar informasi, Instapay hanya memerlukan proses registrasi yang mudah setelah mengunduh aplikasi, registrasi. Layanan dalam aplikasi pun bisa digunakan, tanpa adanya penerapan biaya tetap bulanan.

Instapay mengakomodasi para UMKM menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan bank, sampai metode pembayaran digital lain seperti OVO, Gopay, Linkaja, ShopeePay, Dana, Visa, Mastercard, JCB, Go Mobile CIMB, BCA, Mandiri, BRI, BNI, serta virtual account Mandiri, CIMB, BNI, Permata Bank, dan Bank Muamalat.

Yodhis, VP Business Development Instapay Indonesia mengungkapkan kini telah ada lebih dari 12.000 UMKM yang melakukan transaksi dengan Instapay.

Mulai dari penjual online di e-commerce, warung makan atau restoran, pelaku industri pariwisata, industri jasa yang berkontak dan perlu invoice, sampai pelaku usaha di bidang ekspor-impor yang membutuhkan layanan otomatisasi valuasi mata uang.

Harapannya, angka ini bisa meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat untuk akses transaksi nirsentuh yang terus berkembang.

Instapay sendiri telah memperoleh izin dari Bank Indonesia dan telah bekerja sama dengan lembaga perbankan. Selain itu bagi pemilik usaha yang berjualan secara offline, tidak perlu lagi melakukan proses registrasi dan meminjam mesin EDC.

Melalui Instapay, para pelaku usaha dapat dengan mudah untuk membuat invoice, melakukan penagihan, dan menerima dan mengecek pembayaran secara online dengan menggunakan aplikasi mobile pada handphone. Selain itu, dengan menggunakan Instapay, para pelaku usaha juga bisa meminimalkan risiko terjadinya transaksi fiktif yang sering terjadi.

"Instapay juga diharapkan mampu menjadi rekan kerja para pelaku usaha untuk meningkatkan usahanya ke tahap yang lebih luas termasuk untuk ekspor ke mancanegara. Hal ini dapat diwujudkan melalui sistem pembayaran Instapay yang bisa menerima pembayaran dari dalam dan luar negeri tanpa harus memiliki integrasi website atau mesin EDC sendiri," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm fintech Digital Banking
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top