Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Bank Syariah Indonesia (BRIS) Ungkap Bocoran Laba Tahun Ini

Pada tahun lalu, total laba ketiga bank syariah yang bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia (BRIS) senilai Rp2,2 triliun.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  10:39 WIB
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021).  Bisnis - Arief Hermawan P
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah melakukan merger, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. langsung tancap gas membidik target cukup ambisius pada tahun ini. Bank berkode saham BRIS itu memproyeksikan laba tembus Rp3 triliun pada 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi dalam paparan kepada pimpinan media, pekan ini.

Asumsi itu disampaikan seiring dengan skenario peningkatan modal hingga di atas Rp30 triliun untuk naik kelas bank umum kelompok usaha (BUKU) IV.

“Jika tidak ada aral melintang untuk ke BUKU IV tidak sulit. Mungkin jika dividen tidak minta, laba kami tahun lalu Rp2,2 triliun. Tahun ini [laba] bisa ke angka Rp3 triliun. Kalau Rp2,2 triliun ditambah Rp3 triliun sekitar Rp5 triliun,” tuturnya.

Dengan proyeksi sebesar itu, berarti laba ditargetkan tumbuh sekitar 36 persen apabila dibandingkan dengan capaian pada 2020 sebesar Rp2,19 triliun.

Penopang laba dari gabungan tiga bank milik bank BUMN itu ditopang oleh PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BRIsyariah, sedangkan BNI Syariah tercatat labanya turun.

Target itu tentu cukup optimistis mengingat kondisi ekonomi masih dirundung pandemi. Namun, bukan tidak mungkin bisa dicapai. Pasalnya, dua mesin BSI pada tahun lalu mencatatkan kinerja positif.

Hery akan melakukan sejumlah langkah untuk mencapai target kinerja pada tahun ini. Salah satunya mendorong beban biaya dana ke level 2 persen dari posisi sebelumnya 2,6 persen.

Sementara itu, BSI juga membidik penawaran saham terbatas (rights issue) untuk meningkatkan permodalan. Dengan asumsi rights issue sebesar Rp7 triliun, modal yang diperoleh BSI sudah di atas Rp30 triliun.

Sebagai bank hasil penggabungan, pada posisi desember Bank Syariah Indonesia memiliki total aset Rp240 triliun, pembiayaan Rp157 triliun, DPK Rp210 triliun, dan modal inti Rp22,6 triliun.

Bank Syariah Indonesia juga memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang dan 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Syariah Indonesia juga menjadi bank peringkat ketujuh di Indonesia berdasarkan total aset.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah kinerja bank laba bank merger bank syariah Bank Syariah Indonesia
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top