Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penuhi Free Float 7,5 Persen, Bank Syariah Indonesia (BRIS) Right Issue Akhir 2021

Hery Gunardi mengatakan total saham BRIS yang dimiliki publik saat ini sekitar 4,4%, padahal ketentuan Bursa Efek Indonesia mensyaratkan free float minimal sebesar 7,5%.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  15:59 WIB
Karyawan Bank Syariah Indonesia menunjukkan uang di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan Bank Syariah Indonesia menunjukkan uang di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hery Gunardi memastikan perseroan akan segera memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik (free float) minimal 7,5%.

Hery mengatakan total saham BRIS yang dimiliki publik saat ini sekitar 4,4%, sementara ketentuan Bursa Efek Indonesia mensyaratkan free float minimal sebesar 7,5%.

Upaya menambah free float saham BRIS dilakukan dengan penerbitan saham baru melalui rights issue. Hery mengatakan rights issue rencananya akan dilakukan pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

"Kemungkinan kita akan jalankan rights issue. Syukur kalau bisa akhir tahun ini. Kalau tidak bisa, awal tahun depan," katanya dalam rapat kerja nasional Bank Syariah Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Hery mengatakan dengan free float yang lebih besar, tentu saham BRIS menjadi lebih likuid. Dengan begitu, volume dan frekuensi perdagangan saham juga semakin tinggi.

"Rights issue tentunya akan ada saham baru yang diterbitkan. Free float kita sekitar 4,4%, sedangkan OJK meminta 7,5%. Mungkin pemegang saham dalam hal ini inginnya 20% dulu. Kita bersyukur kalau free float di market 20%, tentunya saham BSI akan lebih likuid," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan perbankan syariah
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top