Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah, Indonesia 'Ekspor' Fintech! Investree Mulai Beroperasi di Thailand

Sebelum berekspansi ke Thailand, Investree juga telah beroperasi di Filipina.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  19:48 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Fintech Bersama Indonesia yang juga  CEO Investree Adrian A Gunadi, memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Fintech Bersama Indonesia yang juga CEO Investree Adrian A Gunadi, memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Investree, platform teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending besutan PT Investree Radhika Jaya, secara resmi telah merambah ke Thailand.

Hal ini sesuai lampu hijau Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) yang memberikan perizinan bagi Investree (Thailand) Co. Ltd. untuk mengoperasikan platform crowdfunding di Thailand per tanggal 23 Februari 2021.

Co-Founder dan CEO Regional Investree Indonesia Adrian Gunadi menjelaskan langkah ini merupakan komitmen untuk membantu lebih banyak UMKM di Asia Tenggara, di mana sebelum berekspansi ke Thailand, Investree juga telah beroperasi di Filipina.

"Lisensi ini juga menunjukkan kemampuan kami mendukung mereka melalui platform Investree Thailand. Kami sangat antusias memulai babak baru Investree Thailand dan menantikan berbagai kemitraan di masa mendatang untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/3/2021).

Dengan diterbitkannya lisensi ini, Investree Thailand siap melayani lebih banyak UKM yang tidak terjangkau akses pembiayaan (underserved) dengan menghubungkan mereka dengan para investor melalui platform marketplace Investree Thailand.

Co-Founder Investree Thailand Worakorn Sirijinda mengungkap sangat bersyukur atas persetujuan dan dukungan dari SEC.

"Ini adalah langkah pertama bagi Investree untuk menyediakan solusi pembiayaan dan layanan yang inovatif bagi UKM Thailand yang kami harapkan mampu berkontribusi dalam pemulihan ekonomi Negara di situasi penuh tantangan seperti sekarang ini," ungkapnya.

Saat ini, Investree Thailand telah bermitra dengan beberapa perusahaan terkemuka seperti Pantavanij, platform e-procurement dan B2B marketplace terdepan di Thailand, 2C2P penyedia payment gateway terbesar di Thailand, dan FlowAccount penyedia software solusi penagihan dan akuntansi online untuk bisnis kecil, wirausaha, dan pekerja lepas.

Bersama Pantavanij, Investree menyediakan pembiayaan rantai pasokan kepada penjual dan pemasok yang terdaftar di sistem e-procurement Pantavanij.

Bersama 2C2P, Investree memanfaatkan teknologi dan data untuk menyediakan fasilitas pembiayaan modal kerja (working capital financing) untuk para merchant 2C2P. Adapun, kolaborasi dengan FlowAccount untuk menyediakan solusi pembiayaan bagi UKM-UKM yang ada di platformnya. 

Kemitraan ini semakin memperkuat cita-cita Investree membangun ekosistem UKM untuk membuka akses finansial yang lebih luas kepada pelaku bisnis melalui layanan yang mudah dan cepat, pada akhirnya dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka. 

CEO 2C2P Thailand Piyachart Ratanaprasartporn mengatakan kerja sama dengan Investree mampu menyediakan layanan esensial seperti layanan pembayaran dan pembiayaan bagi UKM di Thailand, dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan dan kesuksesan mereka.

"Kami yakin para merchant bisa memetik manfaat dari layanan crowdfunding ini, memberikan keleluasaan dan pilihan sumber pembiayaan yang lebih beragam bagi mereka," jelasnya.

Bukan rahasia lagi bahwa banyak UKM terhambat persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan dari institusi keuangan formal.

Banyak dari mereka dinilai masih terlalu kecil untuk dilayani dengan model pembiayaan bank dengan ketiadaan jaminan dan histori kredit, akhirnya menimbulkan kesenjangan kredit secara berkelanjutan di segmen menengah. 

Investree Thailand menghadirkan 2 (dua) produk yaitu Bullet Payment Security dan Installment Payment Security yang memiliki kesamaan dengan Invoice Financing dan Working Capital Term Loan (WCTL) yang ditawarkan di Indonesia dan Filipina.

Untuk kedua produk pembiayaan ini, Investree menawarkan berbagai manfaat untuk UKM: suku bunga berdasarkan model credit scoring yang modern, pendanaan cepat, serta ketentuan dan biaya yang transparan.

Adapun, Investree didirikan pada tahun 2015 dengan misi untuk mendukung pertumbuhan ekosistem UKM yang kurang maupun belum memiliki akses layanan keuangan di Indonesia.

Sebagai pionir fintech lending di Indonesia, Investree menggunakan teknologi dan data untuk menghubungkan Lender yang ingin meminjamkan dananya kepada UKM yang membutuhkan dukungan permodalan untuk menumbuhkan bisnisnya.

Pada periode 2021, Investree memperkenalkan komitmen 'Beyond Lending', sebuah inisiatif menjadi solusi bisnis digital terintegrasi yang melengkapi pembiayaan rantai pasokan yang telah dihadirkan untuk memberdayakan lebih banyak UKM.

Memperkuat kehadirannya di pasar regional, Investree telah mengembangkan sayap bisnisnya ke Filipina dan Thailand dan resmi mendapatkan lisensi untuk beroperasi di kedua negara tersebut pada kuartal I/2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand fintech Investree P2P lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top