Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modal Bank IBK Indonesia (AGRS) Bakal jadi Rp5,4 Triliun, Ini Tahapannya

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (22/3/2021), manajemen menyampaikan akan ada injeksi modal melalu skema HMETD.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  18:59 WIB
Modal Bank IBK Indonesia (AGRS) Bakal jadi Rp5,4 Triliun, Ini Tahapannya
Presiden IBK Kim Do Jin (kedua kanan) bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom (tengah), Duta Besar Korea Selatan untuk Asean Lim Sung Nam (kanan), Standing Commissioner Financial Services Commission (FSC) Choi Hoon dan Hojeon Chairman, Park Yong Chul saat acara peluncuran IBK Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/9/2019). - Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank IBK Indonesia Tbk. meyakini penyuntikan modal melalui HMETD akan mampu mendongkrak modal hingga Rp5,4 triliun pada kuartal akhir 2023.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (22/3/2021), manajemen menyampaikan akan ada injeksi modal melalu skema HMETD pada kuartal keempat 2021 senilai Rp1 triliun dan kuartal keempat 2023 senilai Rp2 triliun.

Dengan penyuntikan modal pada kuartal IV/2021, modal AGRS akan berada di angka Rp3,4 triliun. Lalu, ditambah dengan suntikan modal pada kuartal akhir 2023 akumulasi modal perseroan akan berada di kisaran Rp5,4 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan keterbukaan informasi pada 8 Desember 2020 mengenai rencana penambahan modal perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas III dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham perseroan.

Perseroan merencanakan pelaksanaan PUT III pada tahun 2021 atau berdasarkan ketentuan POJK 32/2015 bahwa pelaksanaan PUT III tersebut harus mendapat pernyataan efektif dari OJK dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPS.

Manajemen Bank IBK Indonesia juga meyakini dengan penentuan harga pelaksanaan di bawah harga pasar saat ini, maka masyarakat dapat berpartisipasi dalam penyuntikan modal, khususnya agenda waktu dekat PUT III.

Sebagai informasi, harga pelaksanaan HMETD AGRS berada di angka Rp170 per saham, sedangkan harga saham perseroan pada penutupan perdagangan Senin (22/3/2021) senilai Rp655.

"Selain itu, indsutrial Bank of Korea selaku pemegang saham utama hanya akan melaksanakan penyuntikan modal sebanyak-banyaknya Rp999,99 miliar untuk dapat membuat prosentase pemegang saham pengendali dapat menjadi lebih 7,5 persen," katanya.

Adapun, struktur pegang saham Bank IBK Indonesia saat ini IBK 97,50 persen, PT Fian Intan Perkasa 0,47 persen, Willy Yonathan 0,16 persen, masyarakat 1,68 persen, dan sisanya PT ACMI.

Sebelumnya, perseroan memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai perubahan jumlah saham hasil konversi HMETD yang akan diterbitkan antara hasil RUPS dan prospektus ringkas.

Dalam keterbukaan informasi ke BEI pada Senin (22/3/2021), bank dengan kode saham AGRS tersebut menyebutkan bahwa jumlah saham hasil konversi HMETD berdasarkan hasil RUPS adalah sebanyak-banyaknya 10,42 miliar saham, sedangkan dalam prospektus ringkat sebanyak-banyaknya 7,28 miliar saham.

"Perbedaan jumlah saham hasil konversi HMETD yang akan diterbitkan berdasarkan hasil RUPS dan prospektus ringkas dikarenakan perseroan belum dapat menentukan harga pelaksanaan HMETD pada waktu RUPS diselenggarakan," jelas manajemen Bank IBK Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue modal emiten bank Bank IBK
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top