Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mandiri Capital Bidik Startup Insurtech Masuk Portofolio, Ini Alasannya

Tren yang akan jadi patokan Mandiri Capital pada 2021, yakni sektor usaha yang tengah jadi perhatian pemerintah, salah satunya agribisnis, serta platform yang mampu memberi keuntungan buat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  13:28 WIB
Presiden Direktur Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro. Bisnis - Arief Hermawan P
Presiden Direktur Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan modal ventura PT Mandiri Capital Indonesia menyebutkan 'perburuan' perusahaan rintisan (startup) pada periode 2021 akan lebih masif ketimbang tahun sebelumnya.

Direktur Utama Mandiri Capital Eddi Danusaputro menjelaskan bahwa posisinya selaku modal ventura (MV) di bawah korporasi pelat merah memiliki peran sedikit berbeda dengan MV komersial.

MCI bukan hanya bertindak berdasarkan hitung-hitungan imbal hasil, namun juga memperhitungkan potensi nilai tambah untuk perkembangan induk usaha, dan yang tak kalah penting, investasi kepada startup tersebut punya dampak multiplier effect yang besar bagi ekonomi Indonesia.

Eddi mengungkap tren yang akan jadi patokan Mandiri Capital pada 2021, yakni sektor usaha yang tengah jadi perhatian pemerintah, salah satunya agribisnis, serta platform yang mampu memberi keuntungan buat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

"Kami sudah invest ke beberapa startup yang berhubungan dan bermain di agri, seperti Crowde dan Amartha dan akan terus mencari yang lain jika cocok. Untuk potensial membantu ekosistem korporasi, kami juga melirik insurtech," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (31/3/2021).

Eddi menjelaskan bahwa langkah investasi MV biasanya mengikuti startup di sektor yang tengah disorot pemerintah, karena pasti dari sana akan muncul tren baru, dan harapannya valuasi startup tersebut melonjak karena perannya dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Adapun, terkait insurtech, berdasarkan catatan Bisnis masih menjadi salah satu startup teknologi finansial (fintech) potensial, yang belum ada dalam portofolio fintech yang mendapat gelontoran dana Mandiri Capital.

Berapa nama fintech populer telah berada dalam portofolio MCI, antara lain, fintech payment pelat merah LinkAja, dan beberapa nama besar pemain fintech peer-to-peer (P2P) lending, yaitu Amartha, KoinWorks, Investree, dan Crowde.

Mandiri Capital juga berinvestasi ke platform kasir digital iSeller dan Yokke, dompet digital DAM, dan financial planning Halofina, beberapa payment gateway seperti PTEN, Cashlez, juga Gojek yang memiliki layanan GoPay, serta Mekari yang termasuk platform SaS, tapi memiliki layanan keuangan pembukuan dan akuntansi UMKM secara digital.

Terakhir, menurut Eddi, tren secara umum bagi pertumbuhan investasi MV pada 2021 akan terdongkrak oleh meredanya pandemi, sehingga tren 'jemput bola' pun muncul untuk meraup momentum bangkitnya startup-startup potensial, terutama dari daerah.

Pasalnya, periode 2021 merupakan waktu yang tepat untuk funding. Berbeda dari tahun sebelumnya, di mana terbilang wajar apabila startup menghindari funding, menilik ketidakpastian ekonomi berpotensi menyebabkan penurunan valuasi bagi startup tersebut.

"Maka, tren [jemput bola] itu betul ada. Kami bahkan sudah lakukan itu sejak beberapa tahun yang lalu, contohnya membuat acara dengan beberapa kampus, untuk menggelar mentoring, pitching, competition, dan lain-lain," tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura mandiri capital indonesia fintech
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top