Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Diramal Naik Jelang Lebaran, Cermati Rekomendasi Saham Bank Berikut

Perbankan nasional masih akan diuntungkan oleh prospek pemulihan ekonomi, outlook pertumbuhan kredit, serta menurunnya alokasi pencadangan (provisioning).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 April 2021  |  18:27 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Saham dari kelompok perbankan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk., mendapat rekomendasi overweight dari Mirae Asset Sekuritas seiring dengan prospek cerah bisnis bank tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo, Hariyanto Wijaya, dan Rizkia Darmawan mengatakan perbankan nasional masih akan diuntungkan oleh prospek pemulihan ekonomi, outlook pertumbuhan kredit, serta menurunnya alokasi pencadangan (provisioning).

“Biaya provisi atau pencadangan masih meningkat sejak masa pandemi, tepatnya pada kuartal II/2020. Dengan demikian, kami memperkirakan pendapatan yang variatif cenderung turun untuk BBNI, BMRI, dan BBRI,” tulis Handiman, Hariyanto, dan Rizkia, dalam riset terbaru dikutip Kamis (8/4/2021).

Bank pelat merah BBRI dan BBNI diperkirakan bakal membukukan pertumbuhan kredit yang lebih baik. Di sisi lain, tingkat kredit BMRI dan BBCA diperkirakan masih tumbuh negatif atau flat secara tahunan.

Data Bank Indonesia menunjukkan kredit bank terkontraksi 2,1 persen yoy pada Februari dari 1,9 persen pada Januari. Walaupun ada pertumbuhan secara bulanan, kenaikan itu disebut baru berasal dari pinjaman modal kerja.

“Kami perkirakan tingkat kredit akan pulih menjelang libur lebaran. Skenario bullish kami masih diadang oleh dampak Covid-19 terhadap aktivitas ekonomi,” tulis Mirae Asset Sekuritas.

Sebelumnya, Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy juga menjagokan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk dicermati investor saat ini.

“Kualitas aset yang lebih baik daripada bank-bank besar lainnya, yang ditandai dengan lebih tingginya profitabilitas dan lebih rendahnya rasio kredit macet [menjadi kekuatan BBCA],” kata Robby kepada Bisnis, Rabu (7/4/2021).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan saham bank emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top