Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Jago Jadi Lender Institusi Adakami, Gelontorkan Dana Rp100 Miliar

Sinergi ini merupakan upaya meningkatkan likuiditas AdaKami untuk mampu memperluas akses pinjaman ke segmen ritel, mass market, serta pelaku usaha kecil menengah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  13:44 WIB
Bank Jago Jadi Lender Institusi Adakami, Gelontorkan Dana Rp100 Miliar
Logo Bank Jago - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. resmi menjadi pendana institusi (super lender) platform fintech peer-to-peer (P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia Adakami dengan nilai kerja sama pembiayaan hingga Rp100 milIar.

Direktur Utama Adakami Bernardino M Vega, Jr. mengungkapkan sinergi ini merupakan upaya meningkatkan likuiditas AdaKami untuk mampu memperluas akses pinjaman ke segmen ritel, mass market, serta pelaku usaha kecil menengah.

Dino menjelaskan kredit tanpa agunan melalui platform AdaKami memainkan peran penting dalam menggerakkan sektor riil dan membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Fasilitas pembiayaan dapat memacu pelaku usaha untuk ekspansi, sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

"Membangun akses keuangan yang berkualitas selalu menjadi komitmen kami dalam membantu ratusan juta orang Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami optimistis mampu mengakselerasi inklusi keuangan dan mempermudah akses kredit kepada para pelaku ekonomi riil," ungkap Dino dalam keterangannya, Senin (21/6/2021).

Proses membangun kolaborasi dengan Bank Jago ini pun telah terfinalisasi pada tanggal 12 April 2021. Fasilitas pembiayaan senilai Rp100 miliar tersebut akan disalurkan ke empat juta pengguna AdaKami yang mayoritas berprofesi sebagai pelaku usaha.

"Situasi pandemi menjadi momen yang tepat untuk memperkuat kolaborasi perbankan dan fintech. Selain membuka akses yang lebih besar kepada para peminjam, kerja sama dua industri ini juga akan memperkuat ekosistem keuangan digital menjadi lebih inklusif dan kolaboratif," tambahnya.

AdaKami sendiri telah menyalurkan pinjaman secara kumulatif lebih dari Rp5 triliun kepada 6,4 juta debitur terdaftar. Dari total pinjaman tersebut, sebanyak 40 persen tersalurkan untuk pinjaman modal kerja (capital loan).

Sementara itu, selama kuartal I/2021 AdaKami telah memberikan pinjaman hampir Rp2 triliun kepada lebih dari 1 juta peminjam.

Oleh sebab itu, harapannya dengan adanya kolaborasi dengan Bank Jago, AdaKami akan meningkatkan jumlah dana dan plafon pinjaman yang dapat diajukan oleh calon peminjam. Lebih dari itu, AdaKami juga berencana menurunkan bunga pinjamannya pada tahun 2021.

"Pandemi adalah tantangan untuk semua orang. Kami sangat memahami bahwa kebutuhan masyarakat untuk berkembang terasa lebih berat setahun terakhir ini. Sejalan dengan misi kami untuk terus menemani masyarakat meraih mimpi mereka, kami akan berusaha memudahkan layanan AdaKami dengan suku bunga yang lebih rendah sehingga akan ada lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaatnya," jelas Dino.

Selain meningkatkan kapasitas kredit dan menurunkan suku bunga, pada tahun ini AdaKami juga akan meluncurkan kolaborasi dengan beberapa pemain e-commerce dan dompet digital terkemuka di Indonesia. Melalui kolaborasi channeling, AdaKami akan menambahkan jumlah dan kategori transaksi dalam waktu dekat.

"Langkah kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi upaya kami untuk terus berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Bruto [PDB]. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar, menjangkau basis pengguna yang lebih luas, meningkatkan pengalaman, serta kepuasan para pengguna AdaKami," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan perbankan fintech bank jago
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top