Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Neo (BBYB) Gandeng Arash-Wallyt, Rilis Fitur Pembayaran Digital Semester II

Kolaborasi tersebut dalam rangka mempercepat transformasi digital perusahaan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  11:29 WIB
Bank Neo (BBYB) Gandeng Arash-Wallyt, Rilis Fitur Pembayaran Digital Semester II
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan perusahaan fintech Arash-Wallyt dalam menyiapkan solusi pembayaran digital bagi nasabah.

Kolaborasi tersebut dalam rangka mempercepat transformasi digital perusahaan. Perseroan menjadi transaksi pembayaran digital sebagai salah satu fitur yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Neo Customers.

Direktur Utama Bank Neo Tjandra Gunawan mengungkapkan perseroan telah bermitra dengan berbagai penyedia layanan fintech dalam penyaluran kredit untuk UMKM. Selanjutnya, perseroan bersemangat untuk mengukir sejarah baru dalam pengembangan fitur pembayaran digital pertamanya.

Kali ini bekerja sama dengan penyedia fintech yang terpercaya dan memiliki rekam jejak yang kredibel yakni Arash-Wallyt. "Kami yakin dengan kolaborasi ini, Bank Neo dapat membangun ekosistem bank digital yang lebih kuat dan menghasilkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," terangnya melalui siaran pers, Rabu (30/6/2021).

Rencana pengembangan layanan digital oleh bank dan perusahaan fintech sejalan dengan butir 3 dalam Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang dikeluarkan Bank Indonesia, di mana interlink antara bank dan fintech diharapkan dapat menghasilkan layanan yang lebih efisien, memperpendek siklus transaksi, dan memperkuat kualitas layanan kepada lebih banyak konsumen.

Bank Indonesia juga mencatat perkembangan pembayaran non-tunai atau pembayaran digital selama setahun belakang mengalami kontraksi di mana pemakaian uang elektronik tercatat sebesar 32 persen atau setara dengan Rp266 triliun. Angka ini diprediksi masih akan terus meningkat.

“Berdasarkan riset yang kami lakukan di Maret 2021, baik responden yang terbiasa maupun yang belum terbiasa menggunakan mobile banking sama-sama sering memakai e-wallet sebagai pembayaran digital, yang mereka gunakan untuk membayar transaksi satuan seperti transportasi umum dan pembayaran lainnya. Kami harapkan dengan hadirnya sistem pembayaran dalam aplikasi neo+ nantinya dapat memberikan opsi yang semakin memudahkan masyarakat mengatur pengeluaran mereka sehari-hari,” tambah Tjandra.

Melalui pengalaman matang dan teruji dalam menyediakan solusi teknologi pembayaran digital bagi sejumlah institusi perbankan di Indonesia, Arash-Wallyt akan mengembangkan dua sistem utama dalam fitur pembayaran digital Bank Neo.

Pertama, pengembangan pembayaran kartu debit online, di mana Neo Customers dapat langsung mendaftarkan kartu debit Bank Neo ke berbagai aplikasi e-commerce atau transportasi untuk melakukan pembayaran digital.

Kedua, pengembangan pembayaran berbasis kode QR, yang akan memudahkan Neo Customers melakukan pembayaran cashless di toko offline demi mengurangi kontak fisik ketika menggunakan mesin EDC atau uang tunai.

Direktur Arash Herlina Kalla mengaku sangat senang diberikan kepercayaan oleh Bank Neo untuk membangun layanan pembayaran digitalnya. "Kami berharap kerja sama ini dapat membantu Bank Neo untuk melayani Neo Customers khususnya dalam melakukan transaksi digital tanpa hambatan serta turut membantu mengembangkan perekonomian digital di Indonesia," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, CEO Wallyt Tong Liu mengatakan transformasi digital yang didorong oleh pandemi telah menjadi tren lintas ekosistem perbankan digital. Dia berharap Wallyt dapat mewujudkan komitmennya yakni sebagai mitra terbaik bagi Bank Neo dalam menyediakan sistem teknologi yang mumpuni bagi Neo Customers di tengah persaingan pasar.

"Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi awal dari solusi perbankan digital lainnya yang kami bangun dengan Bank Neo di masa depan," katanya.

Sistem pembayaran digital akan mulai tersedia dalam aplikasi neo+ secara bertahap pada semester II/2021. Melalui kemitraan ini, Bank Neo semakin menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan bank digital end-to-end yang menyeluruh dan dapat diandalkan kepada seluruh nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech Digital Banking Bank Digital bank neo commerce
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top