Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Likuiditas Melimpah, Margin Simpanan Bank Syariah Masih Bisa Turun

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, beban dana bank syariah terus menunjukkan perbaikan. Margin deposito iB Mudharabah per Mei 2021 sudah berada pada 4,05%, atau turun dari periode sama tahun lalu 4,98%.
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memperkirakan ruang perbankan syariah untuk menurunkan margin dana simpanan masih cukup terbuka sampai akhir tahun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, beban dana bank syariah terus menunjukkan perbaikan. Margin deposito iB Mudharabah per Mei 2021 sudah berada pada 4,05%, atau turun dari periode sama tahun lalu 4,98%.

Bahkan, tren ini lebih naik lagi jika dibandingkan dengan 2018 dan 2019 yang masing-masing tercatat pada 5,97% dan 5,61%.

Sekjen Asbisindo Herwin Bustaman menyampaikan tren penurunan ini lebih diakibatkan oleh pasar likuiditas perbankan yang berada dalam kondisi melimpah. Hal ini pun berdampak pada instrumen-instrumen likuiditas perbankan syariah yang marginnya ikut menurun.

"Kalau benchmark BI Rate turun, maka kemungkinan untuk bisa turun lagi cukup besar. Nasabah pun juga tak punya pilihan karena di semua bank baik kovensional maupun syariah juga turun," katanya, Kamis (19/8/2021).

Kendati demikian, Herwin menyampaikan potensi perbankan syariah untuk mendorong pembiayaan masih akan tetap terbatas. Penurunan margin dana simpanan sejauh ini lebih banyak untuk menjaga tingkat margin tidak turun terlalu dalam.

Terlebih, perbankan syariah tetap dituntut untuk lebih hati-hati dalam memberikan pembiayaan di masa pandemi ini.

"Hal ini memang membuat FDR terus turun, tapi itu tidak masalah. Bank syariah masih terus lihat banyak nasabah-nasabah yang terkena dampak pandemi ini mengajukan untuk diberikan relaksasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper