Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unit Syariah Dapat Izin OJK, Bank Jago (ARTO) Gelar RUPSLB 22 September Bahas DPS

Bank Jago telah mendapat persetujuan atas pengajuan calon anggota DPS sehubungan dengan izin usaha unit usaha syariah (UUS) perseroan dari OJK.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 31 Agustus 2021  |  18:43 WIB
Unit Syariah Dapat Izin OJK, Bank Jago (ARTO) Gelar RUPSLB 22 September Bahas DPS
Logo Bank Jago - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu (22/9/2021).

RUPSLB tersebut akan dilaksanakan di Kantor Pusat Bank Jago, di Jakarta pukul 10.00 WIB. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/8/2021), manajemen ARTO menyebutkan RUPSLB tersebut akan membahas satu mata acara.

"Persetujuan pengangkatan anggota dewan pengawas syariah [DPS]," demikian informasi yang dikutip Bisnis.

Bank Jago menjelaskan mata acara yang akan dibahas tersebut berlandaskan pasal 109 ayat 1 dan 2 UU No.4/2007 tentang Perseroan Terbatas.

Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah selain mempunyai Dewan Komisaris wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah, yang terdiri dari seorang ahli syariah atau lebih yang diangkat oleh RUPS atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sesuai Surat OJK No. SR-19/PB.1/2021 tanggal 2 Agustus 2021, Bank Jago telah mendapat persetujuan atas pengajuan calon anggota DPS sehubungan dengan izin usaha unit usaha syariah (UUS) perseroan dari OJK.

"Untuk itu, perseroan perlu mengangkat calon DPS dalam jangka waktu 3 bulan terhitung sejak tanggal persetujuan diberikan," demikian pernyataan manajemen Bank Jago.

Adapun, dari sisi kinerja, ARTO pada semester I/2021 membukukan rugi tahun berjalan senilai Rp46,78 miliar pada semester I/2021. Rugi tersebut menyusut dibandingkan dengan kerugian pada periode yang sama tahun lalu, yang senilai Rp50,91 miliar.

Hingga akhir Juni, Bank Jago menyalurkan kredit senilai Rp2,17 triliun atau tumbuh 695 persen yoy. Pertumbuhan ini pun mendongkrak pendapatan bunga sebesar 289 persen yoy.

Dari sisi aset, terdapat kenaikan yang signifikan sebesar 491 persen dari Rp1,7 triliun menjadi Rp10 triliun. Adapun ekuitas meningkat 538 persen dari Rp1,3 triliun menjadi Rp8,1 triliun.

Sementara, perolehan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan 326 persen menjadi Rp1,73 triliun yang mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap bisnis model Bank Jago.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rupslb unit usaha syariah bank jago Bank Digital
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top