Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BCA Prediksi Hanya Ada 3 Bank Digital Besar. Ini Alasannya

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Jahja Setiaatmadja, meramal dalam 10 tahun ke depan hanya akan ada 3 bank digital besar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 07 September 2021  |  16:01 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja - Istimewa
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bank-bank digital yang bergerak cepat menjalankan bisnis lewat beragam inovasi, telah membuat persaingan di industri perbankan nasional kian ketat.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Jahja Setiaatmadja, menyebutkan ketatnya persaingan di industri perbankan nasional saat ini diperkirakan hanya menyisakan 1 atau 3 bank digital yang dapat bertahan dalam satu dekade ke depan.

“Saya pikir di Indonesia 10 tahun dari sekarang, hanya akan melihat ada 3 bank digital,” ujarnya dalam webinar Bisnis Indonesia Banking Outlook 2021, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari fenomena yang terjadi di negara-negara yang lebih dulu adaptif terhadap layanan keuangan digital.

Di Korea Selatan, misalnya, dominasi dipegang oleh Kakao Bank yang memiliki 13,98 juta nasabah per Maret 2021. “Jadi, pada akhirnya pasar akan memfasilitasi the leader of the market,” pungkasnya.

Jahja mengatakan hal tersebut juga bisa saja terjadi di industri bank digital Indonesia. Artinya, dari sejumlah pelaku bank digital, tidak semuanya akan menjadi pemain besar.

Dia berpendapat bahwa ada sejumlah syarat bagi bank digital untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan. Salah satunya adalah mempunyai nasabah yang aktif. Ini menjadi penting karena profitabilitas datang dari jumlah transaksi, bukan nominal pengguna.

Menurutnya, cepatnya pertumbuhan nasabah bank digital tidak terlepas dari promo yang ditawarkan. Namun, hal itu tidak cukup untuk membuat nasabah loyal bertransaksi. Untuk itu, bank digital perlu berkolaborasi untuk memenangkan persaingan.

“Partner yang mereka gandeng ini menentukan sekali ke depannya untuk perkembangan digital bank,” kata Jahja.

Saat ini sejumlah emiten bank ramai-ramai bertransformasi menjadi bank digital. Sejalan dengan transformasi digital yang dilakukan, sahamnya juga laris manis diburu investor, tercermin dari kenaikan harga sahamnya.

Setidaknya ada beberapa emiten bank yang telah menyatakan diri sebagai bank digital. Mereka antara lain PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) dengan Jenius, dan PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) dengan Wokee.

Selain itu, ada juga PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW), dan PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP).

Di luar kalangan emiten, ada Blu dari BCA Digital, TMRW dari Bank UOB, Digibank dari Bank DBS, dan Line Bank dari Bank KEB Hana.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbca jahja setiaatmadja Bank Digital
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top