Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank MalukuMalut Pangkas Suku Bunga Dasar Kredit di Semua Segmen

Bunga dasar kredit di Bank Malukumalut periode 30 September 2021 turun sekitar 30-42 bsp dari yang berlaku sebelumnya.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  08:37 WIB
Bank MalukuMalut Pangkas Suku Bunga Dasar Kredit di Semua Segmen
Kantor Bank Maluku Malut - bankmalukumalut.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Maluku Malut menetapkan suku bunga dasar kredit rupiah (prime lending rate) terbaru untuk periode 30 September 2021.

Berdasarkan pengumuman SBDK yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia Kamis (14/10/2021), Bank Maluku Malut menetapkan SBDK untuk segmen bisnis kredit korporasi sebesar 6,32 persen, kredit ritel 6,32 persen, kredit mikro 6,32 persen. Sementara kredit KPR 9,17 persen dan kredit konsumsi non KPR 9,17 persen.

SBDK tersebut turun dari yang berlaku sebelumnya. SBDK sebelumnya ditetapkan untuk kredit korporasi, kredit ritel, dan kredit mikro masing-masing 6,74 persen. Selanjutnya kredit konsumsi yakni KPR sebesar 9,47 persen dan non KPR 9,47 persen. 

SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK. Dalam kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyaluran dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA). Informasi SBDK yang berlaku setiap saat dapat dilihat pada publikasi di setiap kantor Bank atau website Bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbdk
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top