Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Naik 15,8 Persen, Analis Proyeksi Kinerja BCA (BBCA) Cemerlang

Kinerja saham BBCA diproyeksi akan tetap cemerlang karena memiliki kesiapan sistem, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang baik, serta didukung mayoritas konsumer ritel yang loyal.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  22:49 WIB
Laba Naik 15,8 Persen, Analis Proyeksi Kinerja BCA (BBCA) Cemerlang
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) diproyeksikan tetap cemerlang seiring dengan keberhasilan perseroan dalam menumbuhkan laba sebanyak 15,8 persen atau senilai Rp23,2 triliun sepanjang Januari – September 2021.

Dalam paparan kinerja kuartal III/2021, BCA melaporkan penyaluran kredit baru naik 13,8 persen secara tahunan (yoy). Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) juga tumbuh 21,0 persen yoy hingga akhir September 2021.

Total dana pihak ketiga (DPK) BBCA tercatat naik 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp923,7 triliun. Hal ini pun berhasil mendorong total aset tumbuh 16,5 persen yoy mencapai Rp1.169,3 triliun.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai BBCA merupakan salah satu emiten perbankan yang memiliki kinerja stabil, walaupun di tengah pandemi Covid-19.

“Ke depannya, saya melihat kinerja saham BBCA akan tetap cemerlang karena memiliki kesiapan sistem, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang baik, serta didukung mayoritas konsumer ritel yang loyal,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (21/10/2021).

Adapun total kredit BCA naik 4,1 persen yoy menjadi Rp605,9 triliun. Penempatan pada obligasi juga tumbuh positif 16,1 persen yoy. Secara keseluruhan, portofolio total kredit dan obligasi korporasi meningkat 4,5 persen secara tahunan menjadi Rp630,2 triliun.

Pertumbuhan kredit ditopang oleh membaiknya permintaan dari segmen korporasi dan KPR, di mana kredit pada kedua segmen tersebut masing-masing naik 7,1 persen yoy dan 6,5 persen yoy, yakni mencapai Rp269,9 triliun dan Rp95,1 triliun.

Di periode yang sama, kredit komersial dan UKM mencatatkan kenaikan 1,5 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun. Sementara itu, KKB turun 7,6 persen yoy menjadi Rp35,6 triliun, meski koreksinya membaik dari periode sebelumnya.

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan bahwa pihaknya terus mengedepankan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG). Ini ditandai dengan komitmen penyaluran kredit kepada sektor-sektor berkelanjutan yang naik 25,6 persen yoy menjadi Rp143,1 triliun.

“Nilai ini berkontribusi 23,6 persen bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam dan lahan yang berkelanjutan, dan energi terbarukan,” tutur Jahja.

Selain itu, rasio keuangan perseroan juga tetap kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 26,2 persen, di atas ketentuan regulator. Sementara kondisi likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,0 persen.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4 persen, didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Rasio pengembalian terhadap aset atau return on asset tercatat sebesar 3,5 persen, dan ROE sebesar 18,7 persen.

Sebagai tambahan, rasio loan at risk (LAR) turun ke 17,1 persen di sembilan bulan pertama tahun 2021, atau dari 19,1 persen pada semester I 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca jahja setiaatmadja kinerja bank
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top