Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank BCA dan Mandiri Dorong Kredit ke Sektor Berkelanjutan

Bank-bank besar menegaskan komitmennya dalam penerapan keuangan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan mengalami peningkatan hingga kuartal III/2021.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 November 2021  |  13:17 WIB
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Total pinjaman dari perbankan ke sektor-sektor berkelanjutan tercatat mencapai US$55,9 miliar atau setara Rp809,75 triliun. Capaian itu seiring meningkatnya komitmen dari perbankan dalam mendukung ekonomi hijau.

 

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) global sustainability bond yang diterbitkan oleh emiten Indonesia mencapai lebih dari US$ 2,22 miliar atau Rp31,6 triliun dan portofolio blended finance mendapatkan komitmen US$2,46 miliar (Rp35,6 Triliun).

 

Hampir 50 persen bank di Indonesia, yang mewakili 91 persen total aset pasar perbankan, juga menunjukkan peningkatan komitmen dalam penerapan keuangan berkelanjutan. Hal tersebut diukur dari Laporan Keberlanjutan dari tiap-tiap bank.

 

PT Bank Central Asia Tbk., misalnya, telah menyalurkan kredit ke sektor-sektor berkelanjutan sebesar Rp143,1 triliun hingga kuartal III/2021. Perseroan mencatat jumlah tersebut naik 25 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).  

 

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan nilai tersebut berkontribusi 23,6 persen dari total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor usaha kecil menengah (UKM), pengelolaan SDA, dan lahan yang berkelanjutan.

 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menunjukkan komitmen serupa. Sampai dengan September 2021, emiten bank dengan sandi BMRI ini menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan sebesar Rp187,4 triliun atau mencapai 23 persen dari total kredit perseroan.

 

“Pertumbuhan tertinggi terdapat pada pembiayaan ke sektor energi terbarukan [EBT] yang naik 108,43 persen secara year to date,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha saat dihubungi Bisnis, Rabu (3/11/2021).

 

Rudi menambahkan bahwa dari total pembiayaan tersebut, sebanyak lebih dari 90 persen debitur sudah memiliki sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk mendukung gerakan pemerintah dan regulator dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan keberlanjutan industri.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa otoritas memegang komitmen jangka panjang terhadap keuangan berkelanjutan untuk memastikan kelancaran transisi menuju ekonomi rendah karbon.

 

OJK turut memantau risiko terkait perubahan iklim serta krisis energi, yang menekan ekonomi global. Tingginya biaya transisi ke ekonomi rendah karbon membawa tantangan dalam mempercepat pembiayaan berkelanjutan di negara berkembang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit bank mandiri keuangan berkelanjutan
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top