Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indolife Pensiontama Siap Eksekusi HMETD Rights Issue Bank Ina (BINA)

Dalam prospektus yang disampaikan ke BEI pada Selasa (23/11/2021) disebutkan pemegang saham pengendali Bank Ina, yaitu PT Indolife Pensiontama siap mengeksekusi haknya dalam rights issue kali ini.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 23 November 2021  |  17:15 WIB
Gedung PT Bank Ina Perdana Tbk - Istimewa
Gedung PT Bank Ina Perdana Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) berencana menerbitkan saham baru sebanyak 282 juta saham dengan nominal Rp100 per saham.

Dalam prospektus yang disampaikan ke BEI pada Selasa (23/11/2021) disebutkan pemegang saham pengendali Bank Ina, yaitu PT Indolife Pensiontama siap mengeksekusi haknya dalam rights issue kali ini.

"PT Indolife Pensiontama sebagai Pemegang Saham Pengendali telah menyatakan akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III," tulis manajemen Bank Ina.

Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel.

Adapun, harga pelaksanaan rights issue BINA ditetapkan senilai Rp4.200 per saham, sehingga bank milik Grup Salim ini berpotensi meraup dana Rp1,18 triliun.

Dana yang diperoleh dari hasil PUT III, setelah dikurangi dengan seluruh biaya terkait dalam aksi korporasi ini, akan digunakan BINA untuk modal kerja sehubungan pelaksanaan kegiatan operasional, serta pengembangan usaha perseroan.

Langkah tersebut sesuai dengan strategi BINA untuk menerapkan digitalisasi dalam proses bisnis. Adapun, pengembangan usaha itu dikategorikan sebagai operational expenditure (OPEX) di mana perseroan melakukan pengembangan digitalisasi melalui pihak ketiga.

Biaya IT untuk pengembangan digitalisasi utamanya untuk lisensi perangkat lunak bersifat subscription dan infrastruktur, yang bekerja sama dengan cloud provider dan managed service provider. Pembayaran dilakukan secara berkala, yakni per tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank ina emiten bank rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top