Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer di Tengah Pandemi

Industri BPR menunjukkan kinerja positif yang tercermin dari sisi pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga kredit atau pembiayaan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 November 2021  |  12:30 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas PerbankanOJK Heru Kristiyana (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Kepala Eksekutif Pengawas PerbankanOJK Heru Kristiyana (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) menunjukkan kinerja positif meskipun berada dalam tekanan pandemi Covid-19.

Kinerja positif ini tercermin dari sisi pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga kredit atau pembiayaan di BPR dan BPRS yang melandai sejak awal pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, baik dari sisi penghimpunan DPK, aset, maupun kredit masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Heru menuturkan, industri BPR dan BPRS semakin selektif dalam penyaluran kredit atau pembiayaan di tengah persepsi tingginya risiko kredit, seiring dampak pandemi Covid-19.

Per September 2021, total aset BPR dan BPRS tumbuh 8,90 persen yoy atau Rp178,393 triliun. Lalu, penyaluran kredit tumbuh 4,33 persen yoy atau Rp126,141 triliun. Kemudian, DPK tumbuh sebesar 11,27 persen atau 123,764 triliun.

“Ini menandakan walaupun didera oleh pandemi Covid yang kita juga belum mengetahui kapan ini akan berakhir, industri BPR maupun BPR Syariah kita masih menunjukkan perkembangan yang sangat bagus dan ini perlu kita apresiasi,” kata Heru dalam Launching Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025, Selasa (30/11/2021).

Artinya, kata Heru, industri BPR dan BPRS tetap resilience di dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, berbagai aspek juga dilaporkan masih bagus.

Misalnya, pada BPR, terlihat CAR yang tumbuh 32,01 persen per September 2021, dari sebelumnya 29,89 persen. Begitupun dengan loan to deposit ratio (LDR) yang tumbuh 74,90 persen per September 2021, dari sebelumnya 75,44 persen.

Adapun dari BPRS, indikator CAR terlihat turun 23,86 persen per September 2021, yang sebelumnya 28,60 persen per Desember 2021. Lalu, financing to deposit ratio (FDR) yang turun 105,20 persen per September 2021 dari sebelumnya 108,78 persen per Desember 2020.

Berikutnya pada risiko kredit, BPR mencatat rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) secara gross dan net masing-masing sebesar 7,53 persen dan 5,02 persen per September 2021. Sedangkan pada BPRS, rasio pembiayaan macet (non-performing financing/NPF) secara gross dan net masing-masing tercatat sebesar 7,94 persen dan 6,56 persen per September 2021.

Industri BPR juga tercatat dari rasio profitabilitas dengan ROA dan BOPO masing-masing tercatat 1,76 persen dan 84,35 persen per September 2021. Sementara pada BPRS masing-masing tercatat sebesar 1,84 persen dan 81,81 persen per September 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK bpr kinerja bpr
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top