Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bizhare Kumpulkan 12.500 Investor Urun Dana, Mayoritas Mulai Ketagihan

PT Investasi Digital Nusantara alias Bizhare mengungkap mulai menemui tren pendanaan berulang dari para investor/pemodal.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  16:00 WIB
Bizhare Kumpulkan 12.500 Investor Urun Dana, Mayoritas Mulai Ketagihan
crowdfunding - crowdassist.co
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial urun dana (securities crowdfunding/SCF) PT Investasi Digital Nusantara alias Bizhare mengungkap mulai menemui tren pendanaan berulang dari para investor/pemodal.

CEO Bizhare Heinrich Vincent menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan salah satu batu loncatan positif bukan hanya buat Bizhare sendiri, namun juga industri SCF secara keseluruhan.

"Industri ini paling muda dibandingkan teman-teman industri fintech lain, seperti platform investasi online atau P2P lending. Jadi setiap platform pasti menjaga performa, karena akan menjadi percontohan buat lainnya. Bizhare yakin tahun depan bisa ikut menyumbang jumlah pemodal yang terlibat pendanaan secara signifikan," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/12/2021).

Sebagai informasi, industri fintech urun dana baru diramaikan oleh 7 platform. Sejak awal tahun sampai November 2021, para pemain merealisasikan 176 penerbitan saham atau surat utang UMKM secara urun dana dengan nominal Rp364,6 miliar.

Pemodal yang terlibat transaksi pendanaan sepanjang 2021 tersebut mencapai 84.548 entitas, dan apabila dibandingkan jumlah pemodal pada full year 2020 sejumlah 22.341 entitas, berarti jumlah pemodal di industri SCF telah tumbuh mencapai lebih dari 278 persen (year-to-date/ytd).

Adapun, Bizhare sepanjang tahun ini ikut menyumbang porsi penggalangan dana dari 30 UMKM sejumlah Rp70,5 miliar. Sementara sejak berdiri, total sudah ada 64 UMKM yang mempercayakan Bizhare untuk mempertemukan mereka dengan para investor.

Dari sisi investor yang tergabung dalam Bizhare, Vincent mengungkap sudah ada lebih dari 110.000 orang mendaftar sebagai pemodal, dan lebih dari 12.500 orang di antaranya telah aktif terlibat pendanaan.

"Sudah separuh dari para investor aktif tersebut mendanai lebih dari sekali, minimal dua kali. Artinya, lebih dari 6.000 pengguna kami puas dengan pengalaman mereka berinvestasi menggunakan Bizhare," tambahnya.

Vincent menjelaskan hal ini tak lepas dari performa para UMKM yang berhasil listing di Bizhare, di mana secara umum total omzet mereka mencapai Rp110 miliar dan merealisasikan bagi-bagi dividen kepada para pemodal sebesar Rp6,4 miliar.

"Investor fintech SCF itu karakteristik utamanya mendapatkan imbal hasil secepat mungkin, jadi kinerja keuangan dan dividen para penerbit itu salah satu indikator utama keberhasilan suatu platform. Dapat diartikan pula platform berhasil melakukan penawaran terbaik, karena minat UMKM untuk listing itu besar. Bizhare sendiri menerima hampir 1.000 pengajuan, tapi yang lolos tahun ini cuma 30 bisnis," jelasnya.

Secara umum, tekanan 'cuan cepat' ini pula yang menjadi salah satu pendorong kenapa mayoritas bisnis para penerbit yang berhasil ditawarkan lewat platform Bizhare merupakan usaha waralaba alias franchise.

"Kami yakin tahun depan semakin banyak investor milenial yang mulai tertarik mencoba mendanai UMKM via Bizhare. Salah satu pendorongnya, karena bisnis yang kami tawarkan itu kebanyakan relate dengan mereka. Contoh, franchise ritel Alfamart, Sour Sally, ada juga SPBU Pertamina. Investor sudah pasti kenal dan percaya dengan brand tersebut," tutupnya.

Lewat mempertahankan strategi ini, Bizhare optimis pada tahun depan bisa menambah jumlah investor baru sekaligus investor aktif bertumbuh hingga 1,5 kali sampai 2 kali lipat dibandingkan tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Teknologi Finansial securities crowdfunding
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top