Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berpeluang Tumbuh Positif, OJK Ungkap Tantangan Industri Pergadaian

Otoritas Jasa Keuangan mengungkap dua tantangan yang dihadapi oleh industri pergadaian saat ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  21:45 WIB
Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B Otoritas Jasa Keuangan Bambang W Budiawan memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B Otoritas Jasa Keuangan Bambang W Budiawan memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan pergadaian atau gadai swasta yang berizin terus bertambah. Hal ini menunjukkan bisnis gadai masih diminati dan prospektif.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, setidaknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan 32 izin usaha pergadaian swasta sepanjang 2021. Terbaru, OJK menerbitkan izin perusahaan pergadaian kepada lima perusahaan gadai pada Desember 2021, antara lain PT Indo Gadai Prima, PT Mega Mas Gadai, PT Sukses Gadai Sejahtera, PT Pergadaian Mitra Bersama, dan PT Pusat Gadai Elmyrah.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W Budiawan mengamini bahwa minat investor untuk menjalankan usaha di bidang pergadaian cukup tinggi seiring potensi pasar bisnis gadai cukup luas. Selain itu, model bisnis yang relatif mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

"Cukup besar potensinya. Pertama, karena model bisnisnya tidak rumit. Kedua, mudah diakses atau inklusif. Kemudian, proses penyaluran [pinjaman] simple, modal awalnya relatif tidak setinggi lembaga jasa keuangan lainnya, dan potensi pasarnya cukup luas," ujar Bambang kepada Bisnis, belum lama ini.

Dengan potensinya yang besar, dia pun memperkirakan kebutuhan dan layanan keuangan di bisnis pergadaian akan tumbuh positif ke depan.

Namun, dibalik kemudahan bisnis gadai, menurut Bambang, masih ada tantangan yang dihadapi oleh industri pergadaian dalam aspek penyelenggaraan, yakni keahlian dan kompetensi, serta integritas juru taksir gadai. Dia menuturkan, ketersediaan juru taksir, yang bertugas menaksir nilai barang yang digadai, belum sesuai harapan.

"Produksi SDM [sumber daya manusia] di bidang jasa penaksir barang-barang ini tergolong rendah pertumbuhannya. Di lain pihak, regulasi mewajibkan, perusahaan gadai hari dilengkapi juru taksir bersertifikasi pada setiap outlet," katanya.

Adapun, berdasarkan data OJK per Oktober 2021, aset industri pergadaian yang terdiri atas 112 pergadaian swasta dan 1 pergadaian pemerintah tercatat mencapai Rp66,94 triliun. Aset terbesar berasal dari pergadaian pemerintah, yakni PT Pegadaian, yang mencapai Rp65,87 triliun.

Sementara itu, industri gadai membukukan penyaluran pembiayaan dan pinjaman sampai dengan Oktober 2021 mencapai Rp53,6 triliun. Realisasi ini turun sekitar 7 persen year on year (yoy).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK pegadaian gadai
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top