Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA (BBCA) Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 8 Persen Tahun 2022

Sepanjang 2021, BCA (BBCA) dan entitas anak menutup tahun 2021 dengan pertumbuhan total kredit sebesar 8,2 persen yoy.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  19:10 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5/2020).  - BCA
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5/2020). - BCA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 6 persen hingga 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) di tahun ini.

Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, target tersebut bisa dicapai apabila fundamental perekonomian Indonesia dalam keadaan bagus. Diikuti dengan bunga yang tidak terpengaruh naik terlalu tinggi, memiliki non-performing loan (NPL) yang bisa dikendalikan, serta tren LAR yang semakin menurun. 

“Mudah mudahan kita bisa lebih dari target, tetapi tentunya secara konservatif [pertumbuhan kredit] 6 sampai 8 persen,”  kata Jahja dalam Paparan Kinerja Full Year 2021 secara virtual, Kamis (27/1/2022). 

Sepanjang 2021, BCA dan entitas anak menutup tahun 2021 dengan pertumbuhan total kredit sebesar 8,2 persen yoy, sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional. Pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan KPR. 

Jahja menjelaskan, pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. 

Rasio loan at risk (LAR) turun ke 14,6 persen di tahun 2021, dibandingkan dengan 18,8 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,2 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi.  

“Kenaikan ke depan jangan terlalu agresif karena banyak faktor untuk perkreditan,” imbuhnya. 

Secara keseluruhan, emiten bersandi BBCA dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp31,4 triliun rupiah di tahun 2021 atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan. 

Di sisi pendanaan, current account saving account (CASA) tercatat tumbuh 19,1 persen yoy mencapai Rp767,0 triliun, berkontribusi hingga 78,6 persen dari total dana pihak ketiga. Deposito juga mengalami pertumbuhan 6,1 persen yoy menjadi Rp208,9 triliun. 

Dengan demikian, total dana pihak ketiga naik 16,1 persen yoy menjadi Rp975,9 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 14,2 persen yoy mencapai Rp1.228,3 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial bca perbankan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top