Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Lalu Sektor Jasa Keuangan Melempem, Ini Kata BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melihat industri perbankan masih mengalami tekanan pada tahun 2021. Namun mengalami tren pemulihan pada penghujung tahun atau kuartal IV/2021.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  09:50 WIB
Tahun Lalu Sektor Jasa Keuangan Melempem, Ini Kata BCA
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BCA di Jakarta, Selasa (21/12/2021). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang 2021, BPS mencatat sektor usaha yang masih mengalami kontraksi hanya jasa keuangan. Sisanya, atau sebanyak 16 lapangan usaha lain tumbuh positif.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melihat industri perbankan masih mengalami tekanan pada tahun 2021. Namun mengalami tren pemulihan pada penghujung tahun atau kuartal IV/2021.

"Kami melihat industri perbankan sebenarnya mengalami tren pemulihan di kuartal IV-2021. Volume bisnis serta net profit bank terlihat membaik di periode tersebut," kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn kepada Bisnis, Senin (7/2/2022).

Hera menjelaskan, porsi dana murah atau current account saving account (CASA) BCA per Desember 2021 mencapai 78,6 persen dari  total dana pihak ketiga (DPK). Secara keseluruhan, total DPK naik 16,1 persen secara yoy menjadi Rp975,9 triliun.

Secara fungsi intermediasi,  total kredit BCA mengalami pertumbuhan sebesar 8,2 persen yoy, sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional, sehingga turut mendorong total aset BCA yang naik 14,2 persen secara yoy mencapai Rp1.228,3 triliun.

Hera menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan KPR.

Kredit korporasi menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja fungsi intermediasi yang tumbuh 12,3 persen secara tahunan yoy mencapai Rp286,5 triliun di Desember 2021.

“Kredit korporasi menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam Paparan Kinerja Full Year 2021 secara virtual, Kamis (27/1/2022). 

Disusul dengan kredit pemilikan rumah atau KPR yang tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp97,5 triliun. Tak hanya itu, kredit komersial dan UKM juga naik 4,8 persen yoy menjadi Rp195,8 triliun.  Sementara itu, KKB terkoreksi 2,4 persen yoy menjadi Rp36 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 5,2 persen yoy menjadi Rp11,8 triliun. 

Dengan demikian, total portofolio kredit konsumer naik 5,1 persen yoy menjadi Rp148,4 triliun. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 8,2 persen yoy menjadi Rp637 triliun di Desember 2021, lebih tinggi dari target pertumbuhan 6 persen. 

"Ke depannya, kami melihat gaya hidup baru, yaitu hybrid [kombinasi online dan offline] akan mendorong pertumbuhan volume bisnis dengan lebih cepat, sehingga eskalasi sektor jasa keuangan, khususnya perbankan akan membaik di kuartal-kuartal berikutnya," pungkasnya. 

Adapun, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih tumbuh 15,8 persen yoy menjadi Rp31,4 triliun di akhir Desember 2021.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor jasa keuangan mengalami kontraksi pada kuartal IV/2021. Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan pada kuartal IV/2021 masih mengalami kontraksi sebesar -2,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan PDB-nya, kecuali pada sektor jasa keuangan,” kata Margo dalam konferensi pers virtual, Senin (7/2/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial bca BPS perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top