Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disiapkan jadi Bank Digital, Ini Target Wamen BUMN untuk Bank Raya (AGRO)

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mendorong Bank Raya (AGRO) menjadi bank digital terdepan di pedesaan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  15:48 WIB
Disiapkan jadi Bank Digital, Ini Target Wamen BUMN untuk Bank Raya (AGRO)
Bank Raya Indonesia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus mendorong digitalisasi di sektor perbankan pelat merah, terutama PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Bank Raya yang sebelumnya bernama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. akan menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan yang saat ini belum mendapatkan fasilitas kredit usaha rakyat atau KUR.

“Di bawah BRI, kami mendorong Raya, transformasi Bank Agro menjadi bank digital terdepan di pedesaan. Fokusnya akan melayani masyarakat gig economy yang tidak dinilai oleh KUR saat ini,” kata Kartika dalam acara Mandiri Investment Forum 2022 secara virtual, Rabu (9/2/2022).

Kartika mengungkapkan, Bank Raya sebagai bank digital akan bekerja sama dengan perusahaan financial technology atau fintech untuk menjadi distribusi sekaligus mitra.

“Bank Raya bertujuan untuk bekerja sama dengan fintech, yang sebagian juga diinvestasikan melalui BRI Ventures, untuk menjadi distribusi dan juga mitra,” sambungnya.

Dengan demikian, Kartika berharap, fintech yang belum dapat menjangkau wilayah geografis Indonesia juga bisa memanfaatkan Bank Raya untuk mengakses jaringan besar BRI, termasuk melalui BRILink atau agen BRI yang memiliki 500.000 footprint di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun, emiten bersandi AGRO ini menyatakan telah memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp2 triliun pada 2021, sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Direktur Keuangan dan Operasional Bank Raya Arif Wicaksono mengatakan perseroan telah memiliki modal inti minimum sebesar Rp2 triliun usai melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada periode perdagangan 2 Desember 2021 hingga 8 Desember 2021.

Melalui aksi tersebut, Bank Raya berhasil mendapatkan dana sebesar Rp1,16 triliun. Di mana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebagai Pemegang Saham Pengendali berpartisipasi penuh dalam pelaksanaan rights issue.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartika wirjoatmodjo Bank Digital Bank Raya
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top