Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minta Restu Pengambilalihan Saham Bank Mayora, BNI (BBNI) Gelar RUPS Tahunan Maret 2022

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (21/2/2022), rapat akan diselenggarakan pada Selasa 15 Maret 2022 dan dimulai pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. Rapat tersebut diadakan di Ballroom Menara BNI Lantai 6, tepatnya di Jalan Pejompongan Raya No. 7, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. 
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  10:18 WIB
Gedung BNI.  - Istimewa
Gedung BNI. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST Tahun Buku 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (21/2/2022), rapat akan diselenggarakan pada Selasa 15 Maret 2022 dan dimulai pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. Rapat tersebut diadakan di Ballroom Menara BNI Lantai 6, tepatnya di Jalan Pejompongan Raya No. 7, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. 

Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom menyampaikan sedikitnya ada 7 mata acara dalam RUPS Tahunan BBNI, salah satunya perseroan meminta persetujuan atas pengambilalihan saham pada PT Bank Mayora oleh BBNI. 

Seperti diketahui, emiten bank bersandi BBNI ini berencana mengakuisisi Bank Mayora melalui mekanisme skema pembelian saham baru yang diterbitkan dan pembelian saham lama dari pemegang saham sebelumnya. BNI akan melakukan pengambilalihan sebesar 63,92 persen saham Bank Mayora.

Selain itu, perseroan akan mengambil alih 169,08 juta saham yang dimiliki International Finance Corporation (IFC). Sisanya, sebesar 36,08 persen masih dimiliki oleh Mayora Inti Utama. 

Nantinya, Bank Mayora akan dipersiapkan menjadi bank digital yang berfokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Secara terpisah, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan proses akuisisi dan transformasi Bank Mayora menjadi bank digital di tangan BNI masih membutuhkan serangkaian proses bisnis, mulai dari persetujuan hingga diskusi dengan pakar teknologi. 

“Tentunya kita juga akan memikirkan planning, branding, strategi, business model. Business model juga kita siapkan supaya pelan-pelan tahun ini mudah-mudahan [bank digital] sudah bisa aktif,” terangnya, baru-baru ini. 

Selain mata acara itu, rapat juga akan meminta persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, persetujuan laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta pengesahan laporan tahunan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan Tahun Buku 2021. 

Masih pada mata acara yang sama, perseroan akan membahas pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada direksi dan Dewan Komisaris perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2021. 

Lalu, persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk Tahun Buku 2021. Kemudian, Penetapan remunerasi berupa gaji atau honorarium, fasilitas, dan tunjangan Tahun Buku 2022, serta tantiem Tahun Buku 2021 bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. 

Selanjutnya, penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan laporan tahunan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk Tahun Buku 2022. 

Berikutnya, persetujuan atas pengalihan saham hasil pembelian kembali saham (buyback) Tahun 2021 yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni perbankan RUPS
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top