Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Pembiayaan Berkelanjutan, Bank Mandiri (BMRI) Usul Relaksasi ATMR hingga BMPK

Saat ini Bank Mandiri fokus pada sektor energi terbarukan dan agrikultur untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  19:22 WIB
Gedung Bank Mandiri.  - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri. - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Dukungan dari pemerintah, regulator dan kementerian terkait dibutuhkan untuk mendorong ekosistem pembiayaan berkelanjutan di Tanah Air.

Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI Ahmad Siddik Badruddin memberi contoh dukungan yang dapat diberikan dari sisi pemerintah seperti instrumen perpajakan yang cocok untuk proyek hijau dan insentif bunga atau jaminan dari pemerintah seperti pada produk Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Sementara itu dari sisi regulator, dibutuhkan panduan dan insentif untuk mendorong lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan pembiayaan hijau. 

“Sebagai contoh mungkin penurunan bobot Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) pada portofolio berkelanjutan atau hijau, sehingga beban terhadap capital bisa lebih ringan,” kata  Siddik dalam Green Economy Outlook 2022, Selasa (22/2). 

Kemudian, lanjutnya, pengecualian dalam pembiayaan hijau dalam perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Kemudian pedoman dalam proses identifikasi & pelaporan pembiayaan berkelanjutan. 

Lebih lanjut, kata Siddik, dari kementerian terkait perbankan butuh pedoman teknis mengenai taksonomi hijau, seperti apa implementasinya di lapangan. Perbankan juga membutuhkan dukungan workshop terkait pembiayaan hijau pada tiap sektor usaha. 

Dia menuturkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan permintaan, pembiayaan dan pendanaan hijau di Asia Tenggara, pasar Indonesia masih sangat berpotensi untuk tumbuh. 

Secara global, Asia Tenggara berkontribusi terhadap 3,6 persen GDP dan 7,2 persen emisi, tetapi dari jumlah tersebut penerbitan utang hijau hanya 2,6 persen dan kurang dari 0,1 persen dari dana publik berkelanjutan atau AUM. 

Sementara itu di Indonesia, kata Siddik, terdapat US$55,9 miliar pembiayaan berkelanjutan dan aset perbankan, dan hanya US$2,22 miliar obligasi keberlanjutan global yang diterbitkan oleh emiten lokal. 

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa terdapat ruang untuk tumbuh,” kata Siddik. 

Dia mengatakan untuk terus dapat meningkatkan pembiayaan hijau, bank dapat memaksimalkan pada beberapa sektor potensial termasuk mengembangkan produk berkelanjutan. 

Bank Mandiri sendiri saat ini fokus pada sektor energi terbarukan, seperti pembangunan geothermal dan kendaraan listrik untuk menyalurkan pembiayaan berkelanjutan. Selain itu penyaluran juga dilakukan untuksektor agrikultur dengan konsep agrikultur berkelanjutan. 

“Hanya saja proyek-proyek di sektor tersebut masih sedikit, sehingga kompetisinya luar biasa tinggi. Permintaannya tinggi tetapi dari sisi suplainya perlu ditingkatkannya,” kata Siddik. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mandiri energi terbarukan ekonomi hijau
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top