Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Berbalik Positif di 2021, Ini Penjelasan Bos Bank Jago (ARTO)

Direktur Utama Kharim Siregar menjelaskan peningkatan laba ditopang oleh adanya pertumbuhan kredit yang solid dan efisiensi biaya.
Logo Bank Jago/Istimewa
Logo Bank Jago/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk. (ARTO) membukukan kinerja positif yang solid pada 2021 dengan mencetak laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp86 miliar.

Direktur Utama Kharim Siregar menjelaskan peningkatan laba ditopang oleh adanya pertumbuhan kredit yang solid dan efisiensi biaya.

Bank Jago berhasil menyalurkan kredit sebesar 491 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp908 miliar di posisi Desember 2020 menjadi Rp5,37 triliun per Desember 2021. Pertumbuhan kredit yang tinggi mendorong pendapatan bunga meningkat 624 persen yoy menjadi Rp652 miliar.

Tak hanya itu, Bank Jago juga tetap menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang rendah di level 0,6 persen.

Kharim menjelaskan terjaganya rasio kredit bermasalah perseroan disebabkan Bank Jago telah berkolaborasi dengan sejumlah fintech lending, multifinance, dan institusi keuangan digital lainnya dalam kerja sama pembiayaan (partnership lending) selama 2021.

Dengan demikian, kolaborasi ini melengkapi integrasi Bank Jago dengan super app Gojek, aplikasi reksadana online Bibit, dan platform trading online Stockbit.

“Kami berangkat dari baseline yang rendah, sehingga persentase kenaikannya terlihat sangat tinggi. Di sisi lain model bisnis yang tepat dan kolaborasi dengan ekosistem digital membuat penyaluran kredit lebih signifikan,” jelas Kharim dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Dia menjelaskan bahwa dengan adanya kolaborasi tersebut, membuat ekspansi perseroan bisa dilakukan secara cepat, efisien, dan pengelolaan risiko yang lebih terkendali.

“Kolaborasi merupakan cara kami dalam melayani nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat luas dan ritel secara efektif dan cepat. Melalui pembiayaan ini, kami ingin berkontribusi dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi,” imbuhnya.

Sementara itu, beban bunga terkerek 147 persen yoy menjadi Rp63 miliar. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih tercatat Rp590 miliar atau tumbuh 812 persen yoy.

“Kemampuan menekan beban bunga tak lepas dari kehadiran aplikasi Jago yang diluncurkan pada April 2021,” imbuhnya.

Selain itu, keberhasilan perseroan meraih laba pada 2021 karena fokus terhadap segmen ritel (consumer), mass market, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selanjutnya, total dana pihak ketiga (DPK) pada akhir 2021 mencapai Rp3,68 triliun, meningkat 357 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp804 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh jumlah nasabah funding mencapai 1,4 juta orang.

Berkat aplikasi Jago, dana murah atau current account savings account (CASA) yang dihimpun mencapai Rp1,68 triliun sepanjang 2021. Nilai ini melesat 667 persen yoy dibandingkan periode yang sama pada 2020, yakni sebesar Rp219 miliar. Sementara itu, deposito meningkat 242 persen yoy dari Rp804 miliar menjadi Rp2 triliun.

Pencapaian ini membuat porsi CASA terhadap total DPK meningkat, dari 27,2 persen pada akhir 2020 menjadi 45,6 persen pada akhir 2021. Sebaliknya, porsi deposito menyusut dari 72,8 persen pada akhir 2020 menjadi 54,4 persen pada akhir 2021.

“Peningkatan dana murah merupakan hasil dari penerimaan publik terhadap aplikasi Jago sebagai solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan. Kami percaya pengelolaan keuangan harus memiliki prinsip sederhana, kolaboratif, dan inovatif,” ujarnya.

Adapun, rasio net interest margin (NIM) Bank Jago kini berada di angka 7,4 persen, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,7 persen. Selain itu, Bank Jago juga mencatatkan pertumbuhan fee based income sebesar Rp56 miliar, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, hingga akhir 2021 emiten bersandi saham ARTO ini mencatatkan total aset sebesar Rp12,31 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 65 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper