Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Ekonomi Digital Menguat, UMKM Mesti Cermat Manfaatkan Peluang

Dalam kurun 8 tahun ke depan, ekonomi digital diperkirakan tumbuh 4 kali lipat dengan PDB mencapai Rp24.000 triliun. Oleh sebab itu, penting bagi UMKM untuk memaksimalkan potensi ini.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 11 Maret 2022  |  18:45 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso dalam pemaparan kinerja semester pertama 2021 yang dilakukan secara virtual, Jumat (06/8/2021) -  Dok. BRI
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso dalam pemaparan kinerja semester pertama 2021 yang dilakukan secara virtual, Jumat (06/8/2021) - Dok. BRI

Bisnis.com, JAKARTA – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM perlu mencermati peluang yang dapat dimanfaatkan melalui peningkatan tren ekonomi digital. Langkah ini tentunya dapat mengoptimalkan skala usaha, serta mendorong perekonomian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan tren ekonomi digital saat ini memiliki potensi besar. Menurutnya, para pelaku UMKM harus memanfaatkan peluang tersebut dengan optimal untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Di sisi lain, UMKM tercacat berkontribusi hamoi 62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sektor ini juga menyerap lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja, dengan kontribusi hingga 99 persen dari total usaha di Indonesia.

“Ekonomi digital karena ini adalah trennya. Kita tidak mesti menjadi provider digitalnya tapi kita mesti ikut dalam digitalisasi ini untuk menciptakan nilai tambah tentunya untuk pelaku UKM,” ujar Lutfi dalam seminar bertajuk Empowering SMEs to Recover Stronger, Jumat (11/3/2022).

Lutfi mengatakan PDB Indonesia saat ini senilai dengan US$1,1 miliar hingga US$1,2 miliar. Nilai ini setara dengan Rp15.000 triliun hingga Rp16.000 triliun. Dari total nilai tersebut, ekonomi digital baru menyumbang Rp632 triliun atau sekitar 4 persen.

Kendati demikian, lanjutnya, dalam kurun 8 tahun ke depan, ekonomi digital diperkirakan tumbuh 4 kali lipat dengan PDB mencapai Rp24.000 triliun. Oleh sebab itu, Lutfi mengatakan penting bagi UMKM untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indosunesia (Persero) Tbk. (BBRI) Sunarso menilai tantangan untuk menumbuhkan UMKM pada tahun ini adalah terkait biaya operasional dan manajemen risiko operasional yang tinggi.

Sunarso mengatakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah itu adalah digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi yang mumpuni akan menurunkan operational cost dan operational risk, terutama yang berasal dari kelalaian manusia.

“Transformasi digital inilah yang kemudian kita fokuskan kepada dua area saja. Mendigitalkan bisnis proses untuk mendapatkan efisiensi dan kemudian kita mendigitalkan bisnis model untuk mencari bisnis model baru dalam rangka membuat value baru,” pungkasnya.

Sampai dengan akhir 2021, BRI tercatat telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp245,22 triliun. Sementara itu, yang masih direstrukturisasi tersisa Rp156,95 triliun.

Rinciannya, kredit senilai Rp62,16 triliun telah dilunasi, Rp20,26 triliun telah lepas dari restrukturisasi dan kredit yang tidak bisa diselamatkan mencapai Rp5,8 triliun atau 5 persen dari total kredit yang direstrukturisasi.

Cara Bertumbuh

Akademisi ekonomi Universitas Indonesia sekaligus Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, menuturkan cara agar pelaku UMKM dapat melangsungkan usaha secara berkelanjutan.

Pertama, mengubah cara berusaha dari berpikir linier yang menghasilkan pertumbuhan lambat, menjadi eksponensial melalui diferensiasi usaha yang menghasilkan pertumbuhan. Menurutnya, tantangan zaman ini merupakan bagaimana membuat sesuatu menjadi berbeda.

“Namun, suatu waktu akan ada yang meniru dan membanding-bandingkan usaha Anda, sehingga berikutnya kita harus berpikir menciptakan hal yang berbeda lagi untuk menghasilkan pertumbuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Founder Floating Market Lembang Group, Perry Tristianto menyampaikan bahwa bekerja bersama UKM merupakan hal menarik dan perwujudan dari pembangunan ekonomi secara gotong royong.

Dia menilai pelaku UMKM harus pandai memanfaatkan momentum agar usahanya dapat tetap berjalan. Di sisi lain, para pelaku usaha harus selalu memikirkan ide-ide baru dan cerman melihat tren yang sedang terjadi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri umkm kredit umkm usaha mikro
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top