Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Kredit Bank BJB (BJBR) Sisa Rp1,4 Triliun

Bank BJB (BJBR) mencatat sisa restrukturisasi kredit Covid-19 per April 2022 senilai Rp1,4 triliun atau kurang dari 1,5 persen dari total kredit perseroan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  21:53 WIB
Restrukturisasi Kredit Bank BJB (BJBR) Sisa Rp1,4 Triliun
Karyawati melayani nasabah di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) Kantor Cabang Utama Bandung, Jawa Barat, sebelum pandemi Covid-19. - JIBI/Rachman
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB mencatat sisa restrukturisasi kredit Covid-19 per April 2022 senilai Rp1,4 triliun atau kurang dari 1,5 persen dari total kredit perseroan.
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan takaran dampak pada Bank BJB relatif lebih rendah dibandingkan industri, di mana pada puncaknya di 2020, total restrukturisasi kredit Covid-19 sebesar 3 persen dari total kredit.
Yuddy melihat perekonomian Indonesia pun mulai kembali pulih, meski masih dibayang-bayangi risiko suku bunga karena kebijakan global khususnya The Fed.
Hal ini tercermin dari berbagai indikator yang mulai tumbuh, mulai dari kinerja industri perbankan, permintaan kredit, hingga konsumsi masyarakat yang berangsur meningkat.
"Takaran dampak pada Bank BJb relatif lebih rendah dibandingkan industri, di mana pada puncaknya di 2020 total restrukturisasi Covid-19 sebesar 3 persen dari total kredit. Kini [per April 2022] tersisa Rp1,4 triliun atau kurang dari 1,5 persen dari total kredit," kata Yuddy kepada Bisnis, Kamis (2/6/2022).
Ke depannya, Yuddy menyatakan emiten bersandi saham BJBR ini akan terus melakukan pemantauan (monitoring) terhadap portofolio yang tersisa.
"Karena tidak seluruh sektor pulih dalam waktu yang bersamaan, ada sektor yang pulih lebih cepat, ada pula sektor yang masih membutuhkan waktu," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK restrukturisasi kredit
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top