Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wanaartha Life Sebut Insurtech Asal Singapura Berminat Jadi Calon Investor

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life masih melakukan negosiasi dengan calon investor strategis dalam rangka upaya penyehatan keuangan perseroan. Terbaru, investor asal Singapura disebut berminat untuk berinvestasi di Wanaartha Life.
Logo Wanaartha Life. (istimewa)
Logo Wanaartha Life. (istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life masih melakukan negosiasi dengan calon investor strategis dalam rangka upaya penyehatan keuangan perseroan. Terbaru, investor asal Singapura disebut berminat untuk berinvestasi di Wanaartha Life.

Kukuh K. Hadiwidjojo, Konsultan penyehatan Wanaartha Life dari HWMA Law Firm mengatakan, calon investor dari Singapura tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang insurance technology (insurtech). Namun, negosiasi dengan calon investor Singapura tersebut masih dalam tahap pembicaraan, belum ada penandatanganan komitmen apapun.

"Ada satu dari Singapura, perusahaan insurtech yang wakilnya datang ke Jakarta. Saat ini masih tahap pembicaraan," ujar Kukuh ketika dihubungi Bisnis, dikutip Senin (6/6/2022).

Dengan adanya ketertarikan dari investor Singapura tersebut, saat ini total terdapat empat calon investor yang tengah melakukan negosiasi dengan Wanaartha Life yang diharapkan dapat mendukung upaya penyehatan keuangan perseroan.

Kukuh menuturkan bahwa dari keempat calon investor tersebut, baru satu yang negosiasinya telah mencapai kemajuan yang signifikan, yakni calon investor asal Vietnam.

"Ada satu yang advance, sudah pembahasan lebih dalam," katanya.

Sebelumnya, Kukuh menyebut bahwa negosiasi Wanaartha Life dengan calon investor strategis telah mencapai kemajuan signifikan dan telah menandatangani letter of intent dan nondisclosure agreement. Terkait skema restrukturisasi pembayaran kewajiban kepada pemegang polis, perseroan dan calon investor juga disebut telah menyepakati nilai kewajiban yang harus direstrukturisasi dan tengah mengkaji mekanisme penyelesaiannya.

Dia pun berharap dengan kemajuan pembicaraan yang ada, kesepakatan dengan calon investor strategis dapat tercapai pada Juli 2022 mendatang.

Adapun, upaya negosiasi tersebut dilakukan beriringan dengan upaya Wanaartha dalam memperjuangkan pengembalian aset perseroan terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang masih disita oleh Kejaksaan Agung. Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tingkat pertama telah mengabulkan seluruh keberatan yang diajukan oleh perseroan terkait penyitaan aset tersebut dalam putusan nomor 15/PID.SUS/KEBERATAN/TPK/2020. Proses hukum ini masih dalam pemeriksaan di tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Kukuh mengatakan, nilai aset yang disita oleh negara cukup besar dan sementara tidak bisa diperhitungkan sebagai nilai tambah perseroan. Hal ini menjadi persoalan serius bagi perseroan untuk memperhitungkan tingkat kesehatan keuangan, seperti risk based capital (RBC) dan menghitung dana yang benar-benar diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kepada nasabah.

"Ini yang sedang kami upayakan supaya investor bisa menerima. Karena Rp2,7 triliun [aset yang disita] itu akan diperhitungkan oleh investor, apabila angka Rp2,7 triliun tidak balik ke Wanaartha dan disita atau dirampas negara," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, per September 2021, RBC Wanaartha Life berada di posisi minus 2.018,53 persen. Kemudian, rasio kecukupan investasinya hanya sebesar 1,31 persen dan rasio likuiditasnya hanya sebesar 0,25 persen.

Per September 2021, perseroan juga tercatat memiliki 30.287 polis asuransi perorangan tradisonal dengan nilai kewajiban hingga akhir mencapai Rp11,8 triliun dan polis asuransi perorangan PAYDI atau unit linked sebanyak 387 polis dengan nilai kewajiban Rp48,7 miliar.

"Kemudian utang klaim yang sudah ada sekitar Rp4,9 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, nilai kewajiban dari polis asuransi kumpulan tradisional mencapai Rp83 miliar dan polis asuransi kumpulan PAYDI dengan nilai kewajiban Rp311,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper