Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN (BBTN) Dapat Restu Rights Issue dari DPR

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan BTN atau BBTN membutuhkan suntikan modal baru untuk meningkatkan rasio permodalan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  10:47 WIB
BTN (BBTN) Dapat Restu Rights Issue dari DPR
Bank BTN.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR) menyetujui aksi korporasi yang dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melalui penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Rencananya, aksi tersebut akan dilakukan pada semester II/2022. 

“Komisi VI DPR RI menerima penjelasan dan untuk selanjutnya akan mendalami inisiatif corporate action, BTN akan menjual saham jenis saham dalam portepel dengan metode privatisasi isu sesuai dengan metode privatisasi rights issue, sesuai dengan persetujuan PMN tahun anggaran 2022 sebesar Rp2,98 triliun dari cadangan rupiah investasi,” kata Aria Bima dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (7/6/2022).

Sebelumnya, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan Bank BTN akan melakukan aksi korporasi rights issue pada semester II/2022. Wamen yang akrab disapa Tiko itu mengatakan bank pelat merah yang fokus pada segmen properti ini membutuhkan tambahan permodalan lantaran memiliki rasio capital adequacy ratio (CAR) paling kecil di antara bank BUKU IV. 

“Kita ingin menambah CAR-nya mencapai 19 persen. Dibutuhkan tambahan injeksi modal Rp2,98 triliun sudah disetujui nanti juga melalui mekanisme rights issue. Mungkin nanti di triwulan 3 atau triwulan 4,” kata Tiko saat rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (7/6/2022). 

Sebagaimana diketahui, saat ini, sebanyak 60 persen kepemilikan saham BTN dimiliki pemerintah, sedangkan sisanya milik publik. 

Hingga kuartal I/2022, CAR BTN berada di level 18,15 persen naik dari posisi kuartal I/2021 sebesar 17,65 persen, sedangkan CAR dari modal tier 1 sebesar 13,23 persen. 

Dalam tiga bulan pertama di tahun ini, BTN membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp774,42 miliar pada kuartal I/2022, naik 23,89 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021. Kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 28,8 persen menjadi Rp3,57 triliun. 

Sementara itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat mengalami peningkatan dari 3,31 persen pada kuartal I/2021 menjadi 4,29 persen pada periode tahun ini. 

Di sisi lain, Bank BTN menyalurkan kredit sebesar Rp248,89 triliun atau naik tipis dibandingkan posisi Desember 2021, yakni Rp247,28 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn BUMN perbankan rights issue
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top