Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal I/2022, Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Naik 347,9 Persen!

Kinerja investasi industri asuransi jiwa terus membaik dengan naik hingga 347,9 persen pada kuartal I/2022.
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja investasi industri asuransi jiwa terus membaik, bahkan tumbuh hingga ratusan persen setelah sebelumnya sempat anjlok di era pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per kuartal I/2022, dana kelolaan investasi mencapai Rp545,7 triliun, tercatat naik 6,8 persen (year-on-year/yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp511,03 triliun.

Sebagai pengingat, dana kelolaan ini telah jauh membaik ketimbang era pandemi, di mana sempat jatuh sampai Rp447,9 triliun pada kuartal I/2020, dan mencapai titik terendahnya di Rp445,2 triliun pada pertengahan 2020. Bahkan, nilai terkini tercatat telah lebih baik ketimbang periode akhir 2019 senilai Rp520,5 triliun.

Tren pertumbuhan ini turut membawa hasil investasi positif di awal tahun ini, yaitu mencapai Rp10,81 triliun di kuartal I/2022 atau naik 347,9 persen yoy ketimbang periode sebelumnya senilai Rp2,41 triliun. Sebagai perbandingan, ketika industri asuransi jiwa mulai mengarungi era pandemi, hasil investasi harus dimulai dari minus Rp47,8 triliun pada kuartal I/2020.

"Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan IHSG dari level 5.985,5 menjadi 7.071,4. Selain itu, juga terdorong naiknya porsi penempatan dana investasi ke instrumen surat berharga negara [SBN]," ujar Ketua Bidang Regulasi, Kepatuhan, dan Litigasi AAJI dalam diskusi terbatas bersama media, dikutip Sabtu (11/6/2022).

Berdasarkan catatan AAJI, dana kelolaan industri yang masuk ke instrumen SBN pada kuartal I/2022 ini tembus Rp123,03 triliun atau naik 37,5 persen yoy dari sebelumnya Rp89,48 triliun, dan meningkat pesat dari kuartal I/2020 senilai Rp77,3 triliun.

Sementara itu, penempatan dana kelolaan investasi ke instrumen pasar modal justru turun 3,2 persen yoy dari Rp316,68 triliun pada kuartal I/2021 menjadi Rp306,53 triliun pada kuartal I/2022.

Sampai saat ini, portofolio investasi asuransi jiwa terbesar masih berada di reksadana dengan porsi 29 persen, disusul saham 27 persen, SBN 23 persen, sukuk korporasi 7 persen, deposito 6 persen, dan lain-lain 8 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper