Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amankan Likuiditas, BI Teken Kerja Sama Renminbi Liquidity Arrangement dengan 5 Bank Sentral

Penandatangan kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA) dilakukan bersama dengan Bank Negara Malaysia (BNM), Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Monetary Authority of Singapura (MAS), Central Bank of Chile, dan People's Bank of China (PBOC).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  11:31 WIB
Amankan Likuiditas, BI Teken Kerja Sama Renminbi Liquidity Arrangement dengan 5 Bank Sentral
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melakukan penandatanganan kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA) bersama dengan sejumlah bank sentral di kawasan Asia dan Pasifik yang diinisiasi oleh Bank for International Settlement (BIS), organisasi internasional kerja sama antara bank sentral.

Penandatangan kerja sama dilakukan bersama dengan Bank Negara Malaysia (BNM), Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Monetary Authority of Singapura (MAS), Central Bank of Chile, dan People's Bank of China (PBOC).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa RMBLA dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan likuiditas kepada bank sentral yang berpartisipasi dari kawasan Asia-Pasifik melalui skema reserve pool.

“Kerja sama RMBLA akan menjadi salah satu penopang likuiditas yang dapat dimanfaatkan ke depan pada saat terjadi volatilitas di pasar keuangan,” katanya dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Senn (27/6/2022).

Setiap bank sentral yang berpartisipasi akan memberikan kontribusi minimum sebesar RMB 15 miliar atau ekuivalen dalam dolar AS, dan ditempatkan di BIS.

Kerja sama ini juga semakin memperkuat kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan BIS yang diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan di kawasan.

Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, General Manager BIS Agustin Carstens, Gubernur Central Bank of Chile Rosanna Costa, Gubernur BNM Tan Sri Nor Shamsiah Mohd. Yunus, Chief Executive HKMA Eddie Yue, Managing Director MAS Ravi Menon, dan Gubernur PBC Yi Gang di sela-sela rangkaian sidang tahunan BIS di Basel, Swiss.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia likuiditas renminbi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top