Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Tutup 40 Kantor Cabang Sepanjang Semester I/2022

Penutupan 40 kantor cabang Bank Mandiri (BMRI) seiring dengan inisiatif perusahaan dalam mengimplementasikan smart branch
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  14:00 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Tutup 40 Kantor Cabang Sepanjang Semester I/2022
Pegawai beraktivitas di dekat logo Livin by Mandiri, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyatakan telah menutup 40 kantor cabang hingga semester I/2022, seiring dengan inisiatif perseroan dalam mengimplementasikan smart branch untuk memenuhi layanan perbankan nasabah.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan untuk saat ini, smart branch belum dirancang untuk mengurangi secara drastis jumlah cabang, melainkan efektivitas dari layanan smart branch lebih tinggi dan lebih banyak nasabah yang menggunakan kanal digital.

“Sampai dengan semester I/2022, sudah lebih kurang 40 cabang yang kami tutup, tetapi ini akan berlanjut, bukan soal berapa banyak yang akan ditutup tapi seberapa besar kebutuhan nasabah yang akan datang ke cabang,” kata Darmawan dalam paparan kinerja secara daring, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, Darmawan menyampaikan kantor cabang eksisting Bank Mandiri yang belum bertransformasi ke layanan smart branch bakal dilengkapi dengan digital corner. Hal ini akan menjadi pilihan bagi nasabah yang datang ke cabang untuk menggunakan layanan secara konvensional atau secara digital.

“Sehingga nanti ke depan kita akan lihat, apakah ke depan memang akan masih banyak nasabah yang perlu datang ke cabang atau cabang sudah merupakan outlet yang mungkin nasabah masih perlu datang, tapi untuk transaksi sudah lebih banyak di channel digital,” tambahnya.

Di samping itu, Darmawan juga mengungkapkan bank pelat merah bersandi saham BMRI itu terus mengkaji pemisahan unit usaha (spin off) layanan digital perseroan, seperti Livin’ by Mandiri, sebab kebutuhan para nasabah lebih banyak menggunakan channel digital dibandingkan datang ke kantor cabang.

“Kalau lihat sekarang posisinya kami terus mengkaji apakah memang kami perlu untuk spin off dan mungkin kalau ada peluang yang baik akan dijalankan secara inorganik. Tapi sampai dengan saat ini, kami melihat kami akan lebih memilih mengoptimalkan efektivitas engine business kami melalui Livin dan Kopra,” tuturnya.

Tercatat sejak diluncurkan Oktober 2021 sampai dengan pertengahan 2022, Livin' by Mandiri telah diunduh lebih dari 14 juta kali. Hingga Juni 2022, jumlah transaksi Livin tumbuh 67 persen yoy mencapai 464 juta, lebih tinggi 1,8 kali dibandingkan transaksi ATM yang mencapai 259 juta.

Sementara itu, nilai transaksi tumbuh 49 persen yoy mencapai Rp578 triliun, lebih tinggi 2,7 kali dibandingkan nilai transaksi di ATM yang hanya mencapai Rp205 triliun.

Sedangkan untuk nasabah wholesale, Kopra by Mandiri juga berperan besar dalam meningkatkan transaksi wholesale secara signifikan. Tercatat, jumlah transaksi wholesale Bank Mandiri hingga semester I/2022 tumbuh 72 persen yoy menembus 326 juta transaksi.

Platform digital wholesale andalan Bank Mandiri ini mampu mencatatkan peningkatan pengguna menjadi 55.000. Selain itu, nilai transaksi digital Kopra mencapai Rp8.053 triliun atau tumbuh 29 persen yoy di semester I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri perbankan Digital Banking
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top