Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Mobil dan Motor Leasing Kompak Tumbuh di Semester I/2022

Jumlah outstanding kredit mobil dan motor, baik kondisi baru maupun bekas, juga kredit mobil pengangkutan, kompak naik pada paruh pertama 2022.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  00:35 WIB
Kredit Mobil dan Motor Leasing Kompak Tumbuh di Semester I/2022
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pembiayaan (multifinance/leasing) mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan dari sisi piutang pembiayaan terkait kendaraan pada semester I/2022, di mana notabene kendaraan merupakan produk andalan mayoritas pelaku industri.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan kinerja ini mencerminkan bahwa fundamental perekonomian nasional dan daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga.

Menurut Suwandi, sepanjang tahun berjalan sebenarnya kredit kendaraan tengah dalam tren bertabur sentimen positif, terutama terdorong peningkatan mobilitas individu maupun pelaku usaha. Hambatannya hanya masalah pasokan kendaraan baru akibat krisis komponen semikonduktor.

"Jadi kami hanya bisa berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan bisa menjaga agar beragam krisis yang terjadi di luar negeri itu tidak sampai ke sini, terutama yang bisa membuat lonjakan inflasi dan akhirnya melemahkan daya beli masyarakat," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Sebagai gambaran, berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2022, outstanding kredit mobil baru senilai Rp117,97 triliun, yang notabene merupakan penyumbang piutang terbesar buat industri, tercatat tumbuh 5,29 persen (year-to-date/ytd) ketimbang tutup buku 2021.

Sementara itu, outstanding kredit sepeda motor baru senilai Rp65,26 triliun tercatat hanya tumbuh tipis 0,56 persen ytd ketimbang akhir 2021. Terutama karena gap pasokan dari pabrikan dengan permintaan konsumen masih begitu jauh, sehingga para pemain leasing harus mengalami penundaan transaksi.

Menariknya, outstanding kendaraan bekas justru berkebalikan dengan kendaraan baru. Piutang pembiayaan sepeda motor bekas melejit hingga 11,8 persen ytd menjadi Rp19,84 triliun. Sementara piutang pembiayaan mobil bekas terbilang stabil di kisaran Rp55 triliun sejak pertengahan tahun lalu, dan hanya naik 1,9 persen ytd dari akhir tahun 2021.

Terakhir, untuk segmen produktif, piutang pembiayaan mobil pengangkutan senilai Rp46,31 triliun tercatat tumbuh 9,8 persen ytd dari tahun lalu, bahkan tumbuh lebih dari 15 persen (year-on-year/yoy) ketimbang tengah tahun lalu.

Pertumbuhan akan pembiayaan mobil pengangkutan tampak seiring dengan moncernya kredit segmen alat berat, di mana terdorong kebutuhan paket armada (fleet) para pelaku usaha di sektor pertambangan, kehutanan, perkebunan, tumbuhnya bisnis logistik, serta pulihnya aktivitas konstruksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing pembiayaan
Editor : Dwi Nicken Tari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top