Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI Sebut Pelaku UMKM Semakin Adaptif dan Efisien, Ini Buktinya

BRI menilai peningkatan geliat bisnis UMKM seiring dengan pemulihan mobilitas masyarakat sepanjang April – Mei 2022.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  18:58 WIB
BRI Sebut Pelaku UMKM Semakin Adaptif dan Efisien, Ini Buktinya
Pelaku usaha UMKM menyiapkan pesanan pembeli yang bertransaksi secara online. - Bisnis / M. Faisal Nur Ikhsan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyebutkan bahwa pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM semakin adaptif dan efisien dalam mengelola bisnisnya.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto memaparkan bahwa saat ini para pelaku UMKM telah menemukan kenormalan baru berupa daya adaptasi untuk dapat menjalankan bisnisnya secara lebih efisien dan presisi.

Dia menyatakan bahwa contoh adaptasi yang dilakukan pelaku UMKM terlihat dari cara mereka menentukan besar keuntungan dari penjualan produk. Sebelum pandemi, pelaku UMKM mematok margin keuntungan sebesar 30 persen. Namun, hal itu berubah ketika pandemi tiba.

“Akibatnya, pelaku usaha mikro menyiasati agar dapat lebih efisien, di antaranya dengan menurunkan jumlah dagangan dan hanya menjual barang yang dibutuhkan masyarakat dengan margin lebih minim agar barang dagangan terserap pasar,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/8).

Menurut Aestika, kemampuan pelaku UMKM untuk cepat beradaptasi dan bangkit dari dampak pandemi Covid-19 menjadi faktor kunci dalam pemulihan bisnis.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari memaparkan bahwa berdasarkan Indeks Bisnis UMKM pada kuartal II/2022, perseroan melihat peningkatan geliat bisnis UMKM seiring dengan pemulihan mobilitas masyarakat sepanjang April – Mei 2022.

Hasil survei tersebut memperlihatkan kenaikan indeks bisnis UMKM dari 104,6 pada kuartal I/2022 menjadi 109,4 pada kuartal II/2022. Sebagai catatan, indeks bisnis di atas 100 menunjukkan kondisi ekspansi UMKM berada di level optimistis.

“Indeks bisnis yang terus meningkat di tahun ini menunjukan kondisi UMKM dapat terus melakukan ekspansi di tengah tren kenaikan inflasi dan berbagai tantangan dinamika ekonomi global lainnya,” ujar Supari.

Dia menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor kunci penting yang mendorong pemulihan UMKM pada kuartal II/2022. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sehingga dapat mendongkrak daya beli masyarakat.

Kedua, situasi pandemi yang terkendali. Ketiga, peningkatan permintaan masyarakat dari momentum Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN yaitu puasa dan Idul Fitri yang jatuh pada April-Mei 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm bri ukm
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top