Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank BJB (BJBR) Incar KUB Bank Kalteng, Dirut: Itu Solusi Terakhir

PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB berkirim surat ke Bank Kalteng untuk menawarkan entitas ini menjadi kelompok usaha bisnis (KUB).
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 02 September 2022  |  08:41 WIB
Bank BJB (BJBR) Incar KUB Bank Kalteng, Dirut: Itu Solusi Terakhir
Ilustrasi Gedung Bank Kalteng / bankkalteng.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB mengincar PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah untuk menjadi entitas dalam kelompok usaha bank (KUB) yang tengah dibangun. Sebelumnya, BJBR telah menempatkan Bank Bengkulu di dalam entitas KUB. 

Plt. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah atau Bank Kalteng Ahmad Selanorwanda menyatakan pihaknya belum menanggapi surat pembentukan KUB dari Bank BJB.

“Bank Jabar [Bank BJB] sudah buat surat, belum kita tanggapi. Karena itu [KUB] solusi terakhir, betul-betul solusi terakhir,” ujar Selanorwanda saat ditemui di Aston Sentul lake Resort And Conference Center, Bogor, Kamis (1/9/2022).

Dia mengatakan beberapa waktu lalu, Bank BJB dan beberapa BPD lainnya, termasuk Bank Kalteng, melakukan pertemuan intensif yang mayoritas dihadiri oleh jajaran direksi, komisaris, dan pemerintah daerah (Pemda) untuk mematangkan melakukan sinergi bisnis hingga pengembangan BPD termasuk terbangunnya KUB yang mensyaratkan modal inti lebih rendah yakni Rp1 triliun. Sedangkan bagi bank umum yang tidak berbentuk KUB modal inti diharuskan Rp3 triliun. 

Selanorwanda menyebutkan meski modal inti minimum perusahaan di bawah Rp3 triliun, saat ini Bank Kalteng tetap memprioritaskan injeksi dari internal. Sejumlah langkah tengah ditempuh seperti meminta suntikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap tahun, inbreng, revaluasi aset, dan meminta pemegang saham agar laba bersih tahunan sebagian besar dialokasikan ke setoran modal inti.

“Dari beberapa itu, kalau kalkulasi saya, prediksi saya ke depan tetap optimis [modal inti terpenuhi]. Kalaupun kurang, tidak terlalu banyak untuk menuju modal inti minimum Rp3 triliun di 2024,” tuturnya.

Menurut Selanorwanda, dengan Bank Kalteng memberikan ruang kesempatan yang cukup kepada pemegang saham untuk menyetor sesuai porsi yang ditetapkan, maka itu akan menjadi prestasi bagi Kalimantan Tengah.

“Kalaupun kita KUB, kontribusi dari bank induknya seperti Bank Jabar tidak terlalu besar, tidak sampai di atas setengah triliun [tambahan modal di sisi lain] karena [KUB] banyak dampaknya juga sebagai bank daerah sekaligus bagi Gubernur,” terangnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menyebutkan pihaknya siap bersinergi dan kolaborasi dengan BPD lain di Indonesia. Dia mengatakan KUB merupakan semangat meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan pemerintah daerah. Kerjasama model KUB ini juga diyakini memberi kemajuan bersama serta saling menguntungkan.

"Kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD serta melakukan inovasi dan bertransformasi agar bisa bersaing di industri perbankan,” kata Yuddy belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kalteng bank bjb bjbr
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top