Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jejak Asuransi Mega Pratama & Langkah Akuisisi Induk Shopee di Bisnis Asuransi

Sea Ltd., induk platform ecommerce Shopee hingga platform gim Garena yang terkenal dengan Free Fire mencaplok bisnis asuransi umum.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 September 2022  |  08:34 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis - Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertarungan di bisnis asuransi Tanah Air kembali mendapatkan penyegaran pemain. Kali ini, PT Asuransi Mega Pratama beralih kendali ke raksasa teknologi dari China, Sea Ltd.

Nama Sea Ltd. mungkin tidak terlalu familiar bagi sebagian orang, namun jika menyebut entitas bisnisnya di Tanah Air seperti Shopee, ragam gim seperti free fire, FIFA Online 3, League of Legends, hingga Call of Duty Mobile di bawah Garena, hingga Bank Sea Indonesia, maka nama ini menjadi tidak asing. 

Kehadiran Sea di bisnis asuransi umum dengan mengakuisisi PT Asuransi Mega Pratama sekaligus memperkuat gurita bisnis induk Shopee tersebut di Indonesia.

Sea diketahui juga telah mendapat persetujuan OJK mengubah nama perusahaan asuransi umum itu. Nama baru yang disandang adalah PT Asuransi Umum Seainsure.

"Namanya PT Asuransi Umum Seainsure, akuisisi dari Mega Pratama," ujar Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah kepada Bisnis, Rabu (14/9/2022).

Nasrullah menyebut bahwa izin perubahan nama tersebut telah dikeluarkan oleh OJK sejak Agustus 2022. 

Meski diambil alih oleh perusahaan teknologi, Asuransi Umum Seainsure bukanlah perusahaan insurtech. Nasrullah mengatakan bahwa dengan dukungan Sea, Asuransi Mega Pratama akan lebih fokus ke arah digital.

"Bukan jadi insurtech, tapi mereka akan lebih banyak fokus ke digital untuk support mereka itu," katanya.

Peralihan kepemilikan Asuransi Mega Pratama sendiri kabarnya telah santer disampaikan sejak pertengahan tahun 2021 lalu. Kala itu pemegang saham PT Asuransi Mega Pratama mengumumkan melepas sebagian besar sahamnya kepada PT Wahana Mandiri Sentosa Cemerlang.  

Berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya pemegang saham Asuransi Mega Pratama adalah PT. Prima Eksekutif.  Perusahaan transportasi dan perkapalan. 

Entitas itu membeli Asuransi Mega Pratama dari kelompok Bakrie pada 2003.  

Saat dikelola kelompok Bakrie, perusahaan asuransi umum ini masih bernama PT. Maskapai Asuransi Ikrar Lloyd. Sedangkan kelompok Bakrie yang menjadi entitas pengendali adalah Bakrie Finance Corporation (BFC). 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Free Fire shopee Asuransi Umum Seainsure
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top