Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BIFA 2022: Avrist Sabet Best Performance Insurance Kategori Aset di Bawah Rp25 triliun

Avrist mampu mendongkrak pertumbuhan laba bersih per Juni 2022 menjadi Rp66,24 miliar atau tumbuh 27,5 persen yoy secara tahunan.
Karyawan melayani nasabah di Kantor Avrist Assurance, Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melayani nasabah di Kantor Avrist Assurance, Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Avrist Assurance meraih The Best Performance Insurance kategori Aset di Bawah Rp25 Triliun dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2022.

Berdasarkan laporan keuangan Avrist sepanjang tahun lalu, kendati pendapatan premi tampak melambat ke Rp710,29 miliar, jumlah klaim dan manfaat pun hanya turun tipis ke Rp781,18 miliar, strategi efisiensi pos beban-beban lain tampak menjadi penolong.

Alhasil, Avrist masih mampu mengantongi pertumbuhan laba bersih menjadi Rp80,66 miliar atau naik 87,3 persen (year-on-year/yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp43,05 miliar.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan terkini per Juni 2022, Avrist mampu mengejar peningkatan pendapatan menjadi Rp724,8 miliar dari sebelumnya Rp571,3 miliar per Juni 2021.

Pasalnya, kendati pendapatan premi neto senilai Rp296,4 miliar cenderung melambat, hasil investasi berhasil terdongkrak menjadi Rp370,3 miliar per Juni 2022 dari sebelumnya hanya Rp177,9 miliar per Juni 2021.

Oleh sebab itu, kendati jumlah beban klaim dan manfaat melejit dari Rp283,5 miliar per Juni 2021 menjadi Rp460,16 miliar per Juni 2022, perusahaan asuransi jiwa dengan aset Rp8,25 triliun ini masih mampu mendongkrak pertumbuhan laba bersih per Juni 2022 menjadi Rp66,24 miliar atau tumbuh 27,5 persen yoy ketimbang tahun lalu. 

Berdasarkan rasio kesehatan keuangan terkini, risk based capital (RBC) Avrist naik ke 703 persen per Juni 2022 ketimbang periode Juni 2021 di level 481 persen. Adapun, rasio kecukupan investasi bertahan di 145 persen, rasio likuiditas 120 persen, sementara rasio perimbangan hasil investasi dengan premi neto mencapai 125 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper