Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Bank Digital Masih Ada yang Rugi, Pengamat Beberkan Kunci Cuan

Sebanyak 2 dari 5 bank digital yang telah mempublikasikan laporan keuangan masih merugi, sedangkan sisanya telah mengantongi laba.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 31 Oktober 2022  |  18:25 WIB
Emiten Bank Digital Masih Ada yang Rugi, Pengamat Beberkan Kunci Cuan
Ilustrasi daftar bank digital di Indonesia. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak tiga dari lima bank digital yang sudah mengumumkan laporan keuangannya mencatatkan kinerja pertumbuhan laba yang pesat pada kuartal III/2022. Pengamat menilai, pendorong moncernya laba bank digital adalah bisnis yang efisien.

Adapun ketiga bank digital yang berhasil memperoleh laba yakni PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO). Sementara, dua bank digital lainnya PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) masih merugi.

Berdasarkan laporan keuangan, BBHI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp209,02 miliar pada kuartal III/2022. Perolehan laba dari bank digital besutan Chairul Tanjung itu melesat 812 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Bank Raya pun berhasil mencatatkan laba hingga Rp32,47 miliar pada kuartal III/2022 dari kondisi merugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,83 triliun.

Selain itu, Bank Jago berhasil mencatatkan laba pada kuartal III/2022 mencapai Rp40,57 miliar. Raihan ini membalikkan posisi rugi yang dibukukan perseroan pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp32,6 miliar.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan faktor yang memengaruhi pertumbuhan pesat laba bank digital itu adalah efisiensi. "Bank digital tidak perlu memerlukan banyak manusia, sebagian besar diproses oleh mesin," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (31/10/2022).

Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, bank digital juga bisa mencatatkan kinerja pertumbuhan laba yang moncer karena memiliki ekosistem yang lengkap. "Ekosistem ini apabila sudah sepenuhnya berjalan bisa meningkatkan daya saing," ujarnya.

Selain itu, laba yang moncer juga seiring dengan keberhasilan bank digital mendulang pendapatan dari fee based income. "Transaksi yang menghasilkan fee based income akan menghasilkan keuntungan," katanya.

Allo Bank misalnya meraup Rp118,01 miliar dari fee based income yang melonjak lebih dari 183 kali lipat secara tahunan, sehingga laba operasional BBHI masih tumbuh, dari Rp23,7 juta per September 2021 menjadi Rp274,05 pada periode yang sama tahun ini.

Sebelumnya, sejumlah bank digital menyebutkan bahwa kinerja moncer mereka dipengaruhi oleh kolaborasi dan integrasi ekosistem yang kuat.

“Bank Jago percaya kolaborasi adalah cara yang efektif untuk memberikan produk dan layanan keuangan kepada nasabah serta membuat kami bertumbuh cepat dan efisien. Kami akan terus memperluas dan memperdalam kolaborasi dengan ekosistem yang sudah ada maupun yang baru,” ujar Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar.

Hingga akhir September 2022, Bank Jago telah berkolaborasi dengan 38 institusi, termasuk 32 mitra untuk partnership lending.

Sementara, Allo Bank memanfaatkan ekosistem dalam mendukung kinerja bisnis perseoran. “Kami telah mencapai banyak hal sebagai bank digital dengan terus mengoptimalkan ekosistem bisnis CT Corp, pemegang saham strategis kami dan bisnis ritel terkemuka lainnya di Indonesia,” ujar Presiden Direktur Allo Bank Indra Utoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital Allo Bank bank jago Bank Raya bank neo commerce bank aladin syariah perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top