Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BI: Modal Asing Masuk Rp900 Miliar pada Awal November 2022

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar dalam negeri mencapai Rp900 miliar pada awal November 2022
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 05 November 2022  |  11:55 WIB
BI: Modal Asing Masuk Rp900 Miliar pada Awal November 2022
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp900 miliar pada minggu pertama November 2022.

“Berdasarkan data transaksi 31 Oktober - 4 November 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,90 triliun [Rp900 miliar],” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Nita A. Muelgini dalam keterangan resmi, Sabtu(5/11/2022).

Nita memaparkan jumlah tersebut terdiri atas aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara sebesar Rp80 miliar, dan masuk ke pasar saham sebesar Rp820 miliar.

Sepanjang tahun ini atau hingga 27 Oktober 2022 (year-to-date/ytd), BI mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar SBN telah mencapai Rp176,33 triliun.

"Sementara itu, pada periode yang sama, aliran modal asing tercatat masuk Rp78,86 triliun di pasar saham," imbuhnya.

Per 27 Oktober 2022, BI juga mencatat premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun turun ke 136,22 bps, dari 156,97 bps per 21 Oktober 2022.

Sementara itu, premi credit swap default (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke 139,39 bps per 3 November 2022 dari 130,44 bps per 28 Oktober 2022.

Dari sisi nilai tukar Rupiah, BI mencatat Rupiah ditutup pada level (bid) Rp15.695 per dolar AS dan dibuka pada level (bid) Rp15.740 per dolar AS pada Jumat (4/11/2022).

Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 7,39 persen pada Kamis (3/11/2022) dan naik ke level 7,46 persen pada Jumat (4/11/2022). Sementara untuk yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun naik ke level 4,147 persen.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia modal asing Rupiah
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top