Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelaku Usaha Modal Ventura Menyusut

Industri modal ventura mencatatkan pengurangan pemain dalam setahun terakhir. Bagaimana prospek industri?
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 10 November 2022  |  00:20 WIB
Pelaku Usaha Modal Ventura Menyusut
Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (AMVESINDO) Eddi Danusaputro. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri modal ventura terus mengalami penurunan jumlah yang dipengaruhi oleh ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Industri Keuangan Non Bank (IKNB), jumlah pelaku mengalami penurunan 3,5 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 56 perusahaan. Jumlah ini terdiri dari 51 Perusahaan Modal Ventura (PMV) dan 5 Perusahaan Modal Ventura Syariah (PMVS).

Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (AMVESINDO) Eddie Danusaputera mengatakan, memperhatikan kondisi pelaku usaha tersebut, perlu adanya penyesuaian beberapa ketentuan POJK 35 terutama pasa 11 dan pasal 33.

“Penyesuaian tersebut untuk mempertahankan eksistensi PMV, terutama PMV daerah yang sudah beridiri di era 90 an. Jadi PMV tidak bisa disamaratakan, ada yang bermain di tech, ada yang bermain di pembiayaan dan  mikro, ada yang PMVD (daerah) dan ada yang PMV syariah,” ujar dia kepada Bisnis, Rabu (9/11).

Meskipun demikian, OJK mencatat aset industri di kuartal III-2022 mengalami peningkatan 0,87 persen dari kuartal sebelumnya, dengan rincian konvensional mencapai Rp20,01 triliun dan syariah Rp4,19 triliun. “Industri masih lakukan investasi, lebih pulih dibanding tahun sebelumnya,” ujar dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top