Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Citibank Indonesia Pede Penjualan Bisnis Consumer ke UOB Rampung 2023

UOB Group mengakuisisi bisnis konsumer Citigroup di empat negara Asia Tenggara senilai 5 miliar dolar Singapura atau setara dengan Rp53,21 triliun.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 10 November 2022  |  19:19 WIB
Citibank Indonesia Pede Penjualan Bisnis Consumer ke UOB Rampung 2023
Citibank - Reuters/Robert Galbraith
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Citibank, N.A Indonesia memastikan bahwa proses jual beli aset serta liabilitas yang terkait dengan consumer banking kepada UOB Indonesia berjalan lancar pada tahun depan. 

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, Citi telah menandatangani perjanjian jual beli aset dan liabilitas bisnis consumer banking dengan UOB untuk memastikan transisi yang mulus bagi pelanggan, karyawan, serta mitra Citi di Indonesia.

"Proses akuisisi ini ditargetkan akan selesai pada semester II/2023," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (10/11/2022).

Sementara, hingga proses akuisisi itu rampung, semua produk dan layanan yang ditawarkan Citi Indonesia kepada nasabah tetap sama. "Jadi, kegiatan operasional kami, termasuk seluruh kantor cabang, call center dan karyawan, akan tetap berjalan normal," ujarnya.

Batara menambahkan ransaksi penjualan itu hanya mencakup bisnis retail banking dan kartu kredit, sedangkan bisnis institutional banking akan menjadi fokus Citi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Citigroup melepas bisnis konsumer di Asia Tenggara kepada UOB Group. Selain di Indonesia, negara yang terdampak adalah Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

UOB Group mengakuisisi bisnis konsumer Citigroup di empat negara Asia Tenggara senilai 5 miliar dolar Singapura atau setara dengan Rp53,21 triliun. Bisnis ini mencakup portofolio bisnis pinjaman tanpa agunan dan pinjaman beragunan, wealth management dan retail deposit atau tabungan segmen ritel. Citigroup juga akan keluar dari China, India, Australia, Polandia, dan Rusia.

Sedangkan, per kuartal III/2022, lini bisnis retail banking Citi Indonesia berhasil meningkatkan transaksi investasi digitalnya 38 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kemudian, portofolio pinjaman digital lini bisnis retail banking ini juga meningkat sebesar 115 persen.

Untuk lini bisnis kartu kredit dan pinjaman, Batara mengatakan Citi Indonesia telah mencapai pemulihan penjualan kartu kredit ke tingkat sebelum pandemi Covid-19.

Citi Indonesia tercatat berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun per kuartal III/2022, meningkat 31 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp868 miliar.

Total aset Citi Indonesia pada kuartal III/2022 juga meningkat sebesar 8,3 persen yoy menjadi Rp95,2 triliun. Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) Citi Indonesia tumbuh 10,2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citibank indonesia uob akuisisi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top