Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Cara BI Jaga Cadangan Devisa Tak Turun

Posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan hingga kuartal III/2022 guna menopang stabilitas nilai tukar rupiah.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 November 2022  |  22:21 WIB
Ini Cara BI Jaga Cadangan Devisa Tak Turun
Ilustrasi cadangan devisa Indonesia dalam mata uang dolar AS - Dok. Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan hingga kuartal III/2022 guna menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Perry mengatakan, BI telah berupaya mati-matian menjaga stabilitas nilai tukar. Hal ini tercermin dari cadangan devisa yang turun hingga US$130,8 miliar pada kuartal III/2022.

“Kami melakukan intervensi dalam jumlah yang besar, itulah kenapa cadangan devisa turun dari US$139,9 miliar menjadi sekitar US$130,1 miliar,” katanya dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/11/2022).

Perry mengatakan, BI akan terus mengupayakan agar posisi cadangan devisa Indonesia tidak kembali turun,  salah satunya adalah menahan devisa hasil ekspor lebih lama di dalam negeri, melalui kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).

“Kami akan terus memutar otak supaya [devisa] para eksportir bisa stay longer di dalam negeri dan mekanisme ini, bu Destry terus bernegosiasi dengan para perbankan dan eksportir supaya meningkat dan mengupayakan cara lain agar cadangan devisa tidak turun,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan BI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan sektor riil, untuk menyiapkan insentif, yang itu dengan menawarkan tingkat suku bunga yang lebih menarik.

“Kami sudah diskusikan, sehingga akan bisa direalisasikan, sehingga [hasil devisa ekspor] tidak hanya masuk sebentar lalu pergi, jadi bisa lebih lama  dengan mekanisme suku bunga,” kata Perry.

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah hingga 16 November 2022 terdepresiasi sebesar 8,6 persen. Namun, menurutnya tingkat depresiasi tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang negara lainnya. 

“Kami terus lakukan langkah mati-matian untuk melakukan stabilisasi nilai tukar agar imported inflation tidak terlalu tinggi, stabilitas moneter dan keuangan terjaga, kondisi korporasi juga baik,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia cadangan devisa kebijakan moneter moneter
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top