Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prospek Ekonomi Mengkhawatirkan, Penyaluran Kredit Baru Perbankan Melambat pada Oktober

Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada Oktober 2022 terindikasi tumbuh melambat dibandingkan dengan September 2022.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 November 2022  |  12:36 WIB
Prospek Ekonomi Mengkhawatirkan, Penyaluran Kredit Baru Perbankan Melambat pada Oktober
Kredit perbankan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada Oktober 2022 terindikasi tumbuh melambat dibandingkan dengan September 2022.

Berdasarkan, Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru perbankan pada Oktober 2022 tercatat sebesar 32,8 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 56,8 persen. 

Perlambatan penyaluran kredit baru tercatat pada hampir seluruh kategori bank, kecuali bank umum syariah.

“Adapun faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (21/11/2022).

Penyaluran kredit baru diperkirakan kembali meningkat pada November 2022, dengan nilai SBT perkiraan penyaluran kredit baru yang tercatat sebesar 71,2 persen.

Peningkatan penyaluran kredit baru pada November 2022 diproyeksi terjadi pada seluruh kategori bank dan seluruh jenis penggunaan kredit.

Sementara pada kuartal IV/2022, penyaluran kredit baru diperkirakan meningkat, terindikasi dari SBT yang sebesar 92,2 persen, lebih tinggi dibandingkan 84,5 persen pada kuartal III/2022. 

Berdasarkan kelompok bank, peningkatan penyaluran kredit baru terindikasi terjadi pada bank umum dan bank umum syariah, sementara bank pembangunan daerah (BPD) mengalami perlambatan. 

Lebih lanjut, berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada kredit investasi dan kredit modal kerja, sementara kredit konsumsi dan kredit konsumsi lainnya mengalami perlambatan.

Pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur pekan lalu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa intermediasi perbankan hingga Oktober 2022 melanjutkan perbaikan dan mendukung pemulihan ekonomi.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 tercatat sebesar 11,95 persen secara tahunan, ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi. 

Pemulihan laju penyaluran pembiayaan juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4 persen secara tahunan. 

“Sementara dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor industri, perdagangan, dan pertanian,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Bank Indonesia kredit penyaluran kredit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top