Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BI Daulat BSI Sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik

Bank Syariah Indonesia meraih predikat Bank Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah & Valas Terbaik dan Bank Pendukung UMKM Terbaik di Bank Indonesia Award 2022.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  10:29 WIB
BI Daulat BSI Sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Hery Gunardi - Dok./BSI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) meraih dua penghargaan dalam ajang Bank Indonesia Award 2022. 

Bank dengan aset terbesar ke-7 di Indonesia ini untuk kedua kalinya meraih penghargaan sebagai Bank Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah & Valas Terbaik dan Bank Pendukung UMKM Terbaik. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Award 2022. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan penghargaan ini diharapkan bisa memacu pihaknya untuk senantiasa mendukung tugas-tugas bank sentral.

“Serta menjadi motivasi untuk memberikan layanan yang terbaik kepada nasabah dan masyarakat sesuai prinsip syariah melalui produk, layanan, dan inovasi digital ke depannya,” jelasnya, Rabu (30/11/2022).

Capaian ini tidak terlepas dari kinerja positif BSI yang hingga September 2022 membukukan peningkatan laba bersih hingga 42 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp3,21 triliun.

 Kinerja moncer itu didukung kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp245,18 triliun atau tumbuh 11,86 persen YoY per triwulan III/2022.

“Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional.”

Pada saat yang sama, total pembiayaan BSI tumbuh 22,35 persen YoY menjadi Rp199,82 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari bisnis mikro yakni Rp18,12 triliun atau tumbuh 37,32 persen YoY.

“Capaian ini juga didukung oleh kualitas pembiayaan yang sangat sehat. Hal itu tercermin dari NPF Nett yang sangat terjaga yaitu hanya sebesar 0,59 persen,” ujarnya.

Emiten perbankan yang sahamnya masuk ke jajaran LQ45 ini juga serius menggarap UMKM sebagai segmen yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan ekonomi Tanah Air. 

Hery mengatakan BSI terus mendorong para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapabilitas bisnisnya dengan berbagai strategi dan terobosan. Hal itu antara lain diwujudkan melalui pengembangan platform per trade area, pengoptimalan peran agregator dan reseller, perluasan pasar serta peningkatan SDM.

Di samping itu, BSI memfasilitasi bantuan dana untuk UMKM dengan payung PEN melalui program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), subsidi KUR dan Modal koperasi lewat LPDB serta sinergi dengan berbagai kementerian dan BUMN yang memiliki UMKM binaan berkualitas baik. 

“BSI juga telah meluncurkan aplikasi SALAM DIGITAL yang memudahkan UMKM untuk mengajukan pembiayaan secara online dan memilih lokasi kantor BSI terdekat.”

BSI juga melakukan berbagai program pengembangan dan pendampingan, termasuk inkubasi pencarian bakat Talenta Wirausaha BSI, inisiasi pendirian UMKM Centre di beberapa kota dan pendampingan coaching wirausaha dengan para mentor usaha yang sudah mapan. Jumlah UMKM yang dibina UMKM Centre BSI mencapai 1.134 entitas.

Adapun per Oktober 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan KUR Syariah sebesar Rp10,86 triliun kepada 101.085 pelaku UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BRIS Bank Syariah Indonesia Bank Indonesia
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top