Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ketua Umum Perbanas: Perbankan Indonesia Masih Tumbuh Positif

Aset perbankan nasional sampai dengan Agustus 2022 masih sehat dan kuat dengan mencatatkan pertumbuhan 9,14 persen secara tahunan.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  13:33 WIB
Ketua Umum Perbanas: Perbankan Indonesia Masih Tumbuh Positif
Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatamodjo menilai kondisi perbankan nasional masih mapan. - bri.co.id
Bagikan

Bisnis.com, MANGGARAI BARAT —  Industri perbankan di Indonesia masih mampu mencatatkan kinerja yang positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan gejolak ekonomi global.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo saat memberikan keynote speech dalam 50th Asean Banking Council Meeting di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan nasional sampai dengan Agustus 2022 masih sehat dan kuat dengan mencatatkan pertumbuhan 9,14 persen year-on-year (yoy) dengan nilai aset Rp10,393 triliun yang didukung oleh 107 bank umum di Tanah Air.

Selain itu, katanya tingkat profitabilitas perbankan Indonesia relatif tinggi tercermin dari pencapaian peningkatan margin laba bersih dua digit mencapai hampir 47 persen secara tahunan dengan nilai Rp134,8 triliun per Agustus.

Selain itu, margin bunga atau net interest margin (NIM) di bank-bank besar di Indonesia lebih dari 5 persen, melebihi rata-rata industri yang sebesar 4,7 persen.

“Pertumbuhan NIM didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai dan dana murah. Peningkatan pertumbuhan kredit bank menjadi double digit sebesar 10,6 persen yoy juga mengedepankan kehati-hatian dan ekspansi selektif untuk menjaga pertumbuhan kredit yang sehat,” katanya, Jumat (2/12/2022).

Menurutnya, sistem perbankan juga telah memupuk cadangan yang memadai untuk memitigasi risiko kredit, dan nonperforming loan (NPL) net tercatat relatif rendah atau sebesar 0,79 persen pada Agustus 2022.

Lebih rendah dari posisi yang sama tahun lalu sebesar 1,08 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) industri perbankan yang mencapai 25,12 persen per Agustus 2022, dinilai cukup untuk menanggung risiko kredit.

Hal tersebut mencerminkan ketahanan sistem keuangan Indonesia, khususnya perbankan, yang cukup kuat. Perbankan di Indonesia juga terus beradaptasi dan berinovasi dalam merespons perubahan perilaku nasabah di masa pandemi Covid-19, menuntut layanan perbankan 24 jam yang cepat.

“Kami telah melihat berbagai inovasi yang muncul dari bank konvensional melalui solusi digitalnya, antara lain Super Apps Livin by Mandiri merupakan salah satu hasil nyata dari transformasi digital di sektor perbankan, yang menyediakan semua layanan keuangan lengkap dan ekosistem digital semua dalam genggaman Anda.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbanas kartika wirjoatmodjo perbankan Covid-19 ekonomi global perbanas
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top