Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI (BBRI) Siap Eksekusi!

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. atau BRI (BBRI) siap eksekusi rights issue 2,32 miliar saham Bank Raya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  20:23 WIB
Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI (BBRI) Siap Eksekusi!
Manajemen Bank Raya (AGRO) setelah RUPS 2022. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2022 untuk melakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ke-10 (PMHMETD X) atau rights issue. BRI siap eksekusi?

Dalam rights issue kali ini, emiten berkode AGRO tersebut menawarkan sebanyak-banyaknya 2,32 miliar lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 setiap saham atau sebesar 9,26 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD X, yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp500,. 

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI), selaku pemegang saham utama Bank Raya akan melaksanakan seluruh haknya dalam PMHMETD X ini. 

Adapun, tanggal akhir perdagangan Cum Date pada 8 Desember 2022. Periode perdagangan rights issue Bank Raya adalah 14-20 Desember 2022. HMETD akan didistribusikan kepada para Pemegang Saham Perseroan yang tercatat pada 13 Desember 2022. 

Jika Saham dalam PMHMETD X ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham porsi publik perseroan lainnya atau pemegang bukti HMETD porsi publik yang berhak, maka sisa saham baru akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang HMETD lainnya yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan. 

Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri mengatakan penambahan modal ini akan digunakan untuk penguatan permodalan yang selanjutnya dapat digunakan sebagai ekspansi modal kerja dalam menyalurkan pinjaman maupun memperkuat pendanaan kepada segmen market yang baru, terutama segmen Gig Economy. 

Segmen Gig Economy menargetkan nasabah gig worker, yaitu pekerja informal seperti banking agent, pekerja lepasan, pekerja paruh waktu, dan lain sebagainya. Dana yang terhimpun juga untuk memenuhi Peraturan OJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, yang mewajibkan bank memiliki modal inti minimum Rp3 triliun. 

“Aksi korporasi ini diharapkan makin mengukuhkan aspirasi kami untuk menjadi digital attacker BRI Group bagi fintech dan gig economy di Indonesia, dengan terus mengembangkan produk, fitur, dan layanan bank digital yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar kepada masyarakat,” kata Fazri dalam siaran pers, Jumat (2/11/2022). 

Fazri mengatakan hingga kuartal III/2022 modal inti AGRO Rp 2,07 triliun. Kinerja Bank Raya juga terus menunjukkan pencapaian yang positif, terlihat pada kuartal III/2022, Bank Raya mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp32 miliar atau kenaikan laba sebesar 101,8 persen yoy. 

Penyaluran kredit digital Bank Raya juga menunjukkan pertumbuhan yaitu sebesar 147 persen yoy yaitu sebesar Rp649 Miliar pada Kuartal III/2022, pertumbuhan ini sejalan dengan simpanan digital yang berhasil dibukukan sebesar Rp437 Miliar pada Kuartal III/2022. 

Right issue kali  ini akan makin memacu semangat kami untuk fokus pada pertumbuhan bisnis digital dengan tetap memperhatikan kualitas kredit, serta perbaikan kinerja hingga akhir tahun 2022,” kata Fazri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Raya OJK rights issue bri
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top